Berita Utama

Adu Tembak Polisi vs Begal

Radarbekasi.id – Bak di film laga, penangkapan gembong begal di Bantargebang sempat menjadi ‘tontonan’ warga setempat. Saling jual beli tembakan antar pelaku dengan polisi bersahut-sahutan. Dar, der, dor!

Tembakan peringatan yang diletuskan anggota Polres Metro Bekasi tak digubris. Akhirnya, polisi terpaksa menembak Mul alias Kebo. Otak sejumlah pencurian dan pembegalan di wilayah Bantargebang itu pun akhirnya berhasil dilumpuhkan.

Nahas, nyawanya gagal diselamatkan dan tewas di RS Polri Kramat Djati. Meski begitu, polisi masih bisa meminta keterangan dua pelaku lainnya yang berhasil dilumpuhkan, yaitu DK dan DKY. Keduanya juga mengalami luka tembak di bagian kaki.

Polisi mengidentifikasi, para pelaku merupakan pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat di wilayah Bantargebang. Beberapa aksi mereka yang meresahkan itu, pencurian di toko TSM Kelurahan Bojong Rawalumbu, Jalan Raya Taman Narogong dan parkiran depan rumah warga di Pengasinan.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sepucuk senpi rakitan jenis FN, enam butir peluru, empat unit sepeda motor dan empat kunci leter T.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko membenarkan penangkapan pelaku diwarnai tembakan. ’’Mereka berupaya melawan saat akan ditangkap,’’ ungkap Wijonarko.

Penangkapan itu bermula saat polisi menangkap DK dan DKY di salah satu kontrakan yang ada di Bantargebang. Keduanya lantas menunjukkan markas pimpinan mereka, Mul alias Kebo.

“Namun ketika polisi melakukan pengepungan pelaku kabur ke atap rumah dengan menjebol asbes,” cerita Wijonarko lagi saat presskon di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (20/3).

Mendapat perlawanan pelaku, polisi bersikap tegas. Tapi, kembali pelaku melakukan perlawanan ke arah petugas kepolisian. Setelah itu pelaku lari dan melompat ke arah rumah di sebelahnya sambil meletuskan tembakan. “Setelah itu bersembunyi di salah satu rumah warga,” ujarnya.

Mengetahui keberadaan korban yang bersembunyi, polisi bersama warga langsung mengepung pelaku dan berhasil melumpuhkannya hingga akhirnya tewas.

Sementara, kedua pelaku diduga telah melanggar Pasal 363 dengan ancaman 7 tahun penjara dan 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. (neo)

Related Articles

Back to top button