Pendidikan

Belajar Disiplin melalui WhatsApp

Oleh : Mar’atus Sholihah, S. Pd

Radarbekasi.id – Terkadang bahkan sering kita kesulitan mengajarkan anak untuk melaksanakan sholat di awal waktu terutama sholat shubuh. Karena waktu-waktu tersebut adalah waktu yang sangat nyaman dinikmati dalam buaian tempat tidur. Mata yang masih manja terpejam, kantuk yang masih menggelayut dan selimut yang masih setia menutupi dan menghangatkan tubuh mereka, buah hatiku.

Dari dulu penerapan sholat lima waktu sejak dini sudah dianjurkan oleh orang tua kita. Karena merupakan perintah agama dan menjadi timbangan pertama dan utama dalam menentukan amal ibadah kita sebagai hamba dihadapan Allah SWT. Selain itu sholat juga sebagai “penolong“ bagi manusia. Sholat juga mengajarkan untuk anak untuk bersabar, disiplin diri, menenangkan jiwa , dan menjadikan solusi setiap masalah yang dihadapi. Sebagaimana Firman Allah SWT : “ Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu.” (Q. S. Al-Baqoroh : 251).

Dengan membiasakan sholat lima waktu dengan tepat waktu dan tidak di tunda-tunda, akan mengajarkan anak untuk disiplin pada diri sendiri dan bersabar, misalnya saat bermain dengan asyik bersama temannya tiba –tiba terdengar suara adzan, mereka harus meninggalkan waktu bermainnya dan melaksanakn sholat, jika sudah tertanam dalam dirinya tentang sholat, anak akan berhenti bermain dan segera melaksanakan kewaijibannya. Saat belajar atau melaksanakan kegiatan yang lain pun akan ditinggalkan, jika sudah mendengar adzan karena sudah waktunya untuk sholat. Dengan demikian saat dewasa pun akan menjadi habit bagi anak untuk melaksanakan sholat di awal waktu dalam kehidupannya kelak.

Di zaman yang serba “Zaman Now’ ini, banyak orang tua yang sangat sibuk dengan pekerjaannya baik di dalam atau pun di luar rumah, orang tua hanya sedikit waktu untuk anak-anaknya, anak-anak pun mudah sekali mendapatkan informasi-informasi yang positif atau pun negatif dari media digital atau pun dari teman-temanya, sehingga orang tua merasa kesulitan dalam memantau perkembangan mereka terutama dalam hal disiplin. Dan di “Zaman Now” ini anak-anak juga sulit mematuhi peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dalam keluarganya bahkan cenderung melanggarnya karena tidak ada pengawasan penuh dari orang tuanya di rumah. Orang tua hanya mengandalkan asisten rumah tangga yang kebanyakan sudah sibuk dengan urusan pekerjaan rumah tangga yang menjadi tugas utamanya.

WatshAp disini maksudnya adalah waktu sholat dengan tepat atau melaksanakan sholat di awal waktu. Mengapa anak harus diajarkan untuk melaksanakn sholat di awal waktu? Karena sholat merupakan sarana ibadah yang dapat mengajarkan tentang kedisiplinan, kesabaran dan pengendalian diri seseorang. Jika anak tidak ditanamkan dan difahamkan tentang pengendalian diri, kesabaran dan kedisiplinan sejak dini, akan lebih sulit lagi mengendalikan emosinya saat dewasa nanti. Dan salah satunya adalah sejak kecil mengajarkan anak tentang memahami dan melaksanakan sholat di awal waktu.

Kita sebagai orang tua memahami bahwa islam menegaskan, sholat tidak hanya dikerjakan tetapi juga harus didirikan. Dan pemahaman ini seharusnya kita tanamkan kepada anak-anak sejak mereka masih kecil. Bagaimana melatih anak melaksanakan sholatnya di awal waktu?

Pertama, kita berikan pemahaman kepada anak bahwa semua yang kita punya adalah anugrah dari Allah, kita punya anggota tubuh yang lengkap, bisa berjalan, bisa mendengar, bisa berlari, bisa melihat, bisa makan, badan sehat, punya orang tua yang selalu sayang, itu semua adalah pemberian dari Allah yang harus disyukuri. Kita bersyukur kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya salah satunya melaksanakan ibadah sholat di awal waktu jangan ditunda-tunda.

Kedua, kita hidup butuh untuk berkomunikasi seperti halnya komunikasi antara orang tua dan anak, begitu juga hubungan kita dengan Allah, kita juga butuh berkomunikasi kepada Allah caranya dengan melaksanakan sholat dan berdoa. Semakin kita khusyu dan rajin sholatnya semakin dekat pula hubungan kita kepada Allah dan hati kita menjadi tenang.

Ketiga, kita berikan pengertian kepada anak, terkadang kita punya masalah. Misalnya bertengkar dengan teman, kesulitan saat bergaul, dan lain-lain, dengan mengadu kepada Allah hati akan menjadi tenang dan semua masalah akan segera terselesaikan dengan baik dengan caranya Allah. Dengan begitu diharapkan anak tidak melampiaskan masalahnya kepada hal hal-hal yang negatif.

Keempat, Sholat tidak hanya sekedar kewajiban saja tetapi harus dilaksanakan sesuai dengan syarat dan rukunnya. Misalnya memberikan pemahaman kepada anak tentang syarat syahnya sholat seperti berwudhu yang benar, menutup aurat, dilaksanakan di awal waktu, dan lain-lainnya.

Kelima, orang tua memberikan tauladan kepada anak. Misalnya jika waktu shubuh jam setengah lima kurang, kita sudah siap sebelum jam itu, jadi saat kita membangunkan anak untuk shalat, kita juga sudah siap untuk melaksanakan sholat.

Keenam, dan yang terakhir adalah kita sebagai orang tua selalu mendoakan anak-anak kita supaya dimudahkan dan istiqomah dalam menjaga sholatnya.(*)

Related Articles

Back to top button