BEKACITIZEN

Tango

Oleh : Jaya Suprana

Radarbekasi.id – Pertama kali pada masa kanak-kanak, saya mengenal Tango bukan sebagai jenis tarian berpasangan tetapi sebagai suatu jenis irama musik melalui lagu La Paloma dan kemudian Tango dalam D Major karya Isaac Albeniz untuk pianoforte yang konon sangat digemari Sri Paus Fransiskus yang pernah menjadi Uskup Agung Buenos Aires, Argentina.

Secara historis musikologis, sebenarnya Tango berakar di Kuba sama halnya dengan Mambo dan Salsa. Namun sebagai jenis tarian berpasangan, Tango berasal dari Rio de la Plata sebagai kawasan perbatasan alam antara Uruguay dengan Argentina yang kemudian merambah ke seluruh dunia. Dansa Tango pada awalnya dikenal sebagai tango criollo ditarikan kaum mantan budak yang diculik di Afrika kemudian dipaksa pindah ke Argentina dan Uruguay.

Pada tahun 2009, UNESCO mengakui Tango atas ajuan bersama Argentina dan Uruguay ke dalam daftar Intangible Cultural Heritage sama halnya dengan Tari Saman, Batik dan Wayang.

ANEKA RAGAM

Di masa kini, Tango menjadi bagian hakiki kehidupan kota Buenos Aires, Argentina. Tango didansakan  sebagai dansa rakyat terutama di kawasan La Boca. Tango ditampilkan sebagai atraksi turis pada berbagai Bar Tango dan Teater Tango yang berserakan di pusat kota Buenos Aires.

Pada saat berkunjung ke Buenos Aires, saya dan Ibu Ayla sempat terpesona menyaksikan pergelaran pemusik dan pedansa Tango profesional di panggung sebuah Teater Tango secara memang luar biasa menakjubkan bahkan menggetar sukma . Pada awal abad XX, para pedansa dan pemusik Tango dari Buenos Aires mengembara sampai ke Paris, London, Berlin, Madrid, Lisabon dan lain-lain. Pada tahun 1913 pertama kali tampil menggemparkan New York.

Kini Tango hadir dalam beranekaragam gaya yang berkembang di berbagai daerah dan kawasan di Argentina mau pun lokasi lain-lainnya di seluruh pelosok dunia. Tango kemudian berkembang menjadi berbagai jenis gaya antara lain Tango Argentina , Tango Vals, Tango Canyengue, Tango Oriental  ,Uruguayan Tango, Tango Liso, Tango Salon, Tango Orillero, Tango Camacupense (Angola), Tango Milonguero (tango apilado), Tango Nuevo (new tango), Contact tango, Tango Valparaísino (Chile), Show Tango (also known as Tango Fantasia), Ballroom tango, Tango Finlandia.

SEINAJOKI
Sebenarnya Tango bukan cuma merajalela di Argentina namun sejak 1913 juga di Finlandia  kemudian makin popular pada tahun 1950an setelah Perang Dunia II usai. Musik pengiring Tango Finlandia senantiasa bersuasana melankolis selaras dengan sukma puisi rakyat Finlandia maka kerap kali dialunkan dalam titinada minor.

Beda dengan Tango Amerika Latin,  tiada tendangan kaki melejit pada Tango Finlandia. Setiap tahun diselenggarakan Festival Tangomarkkinat dengan peserta sampai 100.000 tangophilias berkumpul di kota Finlandia bernama Seinajoki yang begitu tergila-gila Tango sampai memiliki sebuah Museum Tango.

TEKNIK
Tango Argentina menggunakan tehnik gerak beda dari Tango Ballroom. Pada Tango Argentina, lazim bagian tubuh bergerak terlebih dahulu kemudian didukung oleh kaki. Langkah-langkah kaki Tango Ballroom relatif lebih lekat dengan lantai sementara Tango Argentina mengenal teknik boleo di mana kaki boleh menggantung bahkan mencuat di udara atau gancho yaitu melingkarkan kaki ke kaki bahkan tubuh pasangan atau arrastre di mana pedansa perempuan “pasrah” kaki diseret oleh pasangan.

Namun pada prinsipnya pada Tango, pihak pedansa lelaki selalu memimpin sang perempuan sehingga ada pameo menyatakan bahwa perempuan Argentina hanya sudi dipimpin lelaki Argentina pada saat berdansa Tango belaka. Tango memang merupakan bagian melekat pada kepribadian kebudayaan Argentina sama halnya dengan Dangdut merupakan bagian melekat pada kepribadian kebudayaan Indonesia.  (*)

Related Articles

Back to top button