Berita Utama

Tak Kunjung Direvitalisasi, Pasar Induk Kumuh

DPRD Dorong Pemkab Gandeng Swasta

Radarbekasi.id – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Mulyana Muhtar mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk segera merevitalisasi Pasar Induk Cibitung. Pasalnya, selain terlihat kumuh, kondisi kontur tanah pasar tersebut juga sangat rendah, sehingga sering dilanda banjir.

Menurut Politisi Demokrat ini, keberadaan pasar tradisional tersebut, selain untuk melayani masyarakat luas, pemerintah juga wajib menyediakan fasilitas pasar kepada para pedagang. Apalagi Pasar Induk Cibitung ini sebagai distributor atau gudangnya sayur dan buah-buahan.

”Pasar Induk Cibitung ini kan merupakan pasar besar, dan merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu perlu penataan dan diperbaiki secepat mungkin, sehingga pedagang dan masyarakat merasa nyaman ketika berbelanja. Dan yang paling parahnya lagi, pasar tersebut selain kumuh juga sering kebanjiran,” kata Mulyana kepada Radar Bekasi, Jumat (23/3).

Dijelaskan Mulyana, dirinya juga pernah disambangi oleh paguyuban Pasar Cibitung, agar pasar tersebut secepatnya direvitalisasi. Bahkan para pedagang di pasar itu mengaku prihatin dengan kondisi dan fasilitas yang tidak menunjang.

”Memang hingga saat ini belum ada anggaran untuk merevitalisasi pasar tersebut, meskipun perencanaan perbaikan sudah digaungkan sejak beberapa tahun lalu. Namun menurut saya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi harus memperhatikan kondisi pasar induk itu agar tetap bisa bertahan, karena sebagai pasar terbesar dan perputaran ekonomi di Kabupaten Bekasi, juga mendongkrak PAD,” terang Mulyana.

Lanjut Mulyana, apabila Pemkab Bekasi tidak punya cukup anggaran untuk merevitalisasi pasar itu, bisa menggandeng pihak ketiga (swasta) dengan kesepakatan serta administrasi yang jelas, namun tidak melanggar aturan.

”Jika alasannya Pemkab Bekasi tidak punya anggaran untuk merevitalisasi pasar tersebut, bisa saja menggandeng pihak ketiga, asalkan sesuai aturan dan tidak menaikkan sewa kios dan retribusi kepada para pedagang,” saran Mulyana.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Lukman, tidak merespon pertanyaan dari Radar Bekasi. (and)

Related Articles

Back to top button