Cikarang

Perbaikan Jembatan Cipamingkis Diminta Gunakan Anggaran Tanggap Darurat

Radarbekasi.id – Perbaikan Jembatan Cipamingkis, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi dinilai tidak perlu menunggu Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2018. Tapi, perbaikan bisa dilakukan menggunakan anggaran tanggap darurat.

“Jembatan Cipamingkis memang kewenangan pemerintah daerah. Karena ini faktor bencana, jadi bisa menggunakan anggaran tanggap darurat untuk perbaikannya,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno, Minggu (25/3).
Jembatan Cipamingkis longsor sejak beberapa hari lalu. Diduga penyebabnya karena dinding penahan jembatan terkikis air Sungai Cipamingkis yang deras saat hujan.

“Iya memang kalau hujan pasti arus Sungai Cipamingkis jadi sangat kuat, lama-lama terkikis dan jadi longsor,” ucap Taih.

Kerusakan jembatan penghubung antar desa itu, lanjut Taih, harus segera diperbaiki. Karena dikhawatirkan longsor akan semakin parah, sehingga menyulitkan serta membahayakan warga yang melintas.

“Makanya jangan gunakan ABT, pakai anggaran tanggap darurat saja. Kalau pakai ABT dikhawatirkan tidak terkejar waktunya untuk bisa segera diperbaiki,” imbuh Taih.

Menurut dia, kalau untuk perbaikan secara permanen, itu bisa dialokasikan anggarannya di 2019. Tapi jika untuk perbaikannya di tahun ini, harus segera dilaksanakan.
Diberitakan sebelumnya, Jembatan Cipamingkis yang berada di Jalan Raya Loji Cibarusa, Kabupaten Bekasi, ambles. Dugaan ambles jembatan karena faktor tanah yang longsor. Hal itu disampaikan langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bekasi, Jamaludin.

Diakui Jamal, kerusakan Jembatan Cipamingkis karena faktor tanah, bukan karena spek jembatan, kondisi tanah yang rawan longsor, membuat jembatan tersebut tidak bisa bertahan lama.

“Kecuraman di Jembatan Cipamingkis mencapai 80 derajat, sehingga ketika banjir batu besar pun akan terbawa aliran air yang deras dan mengakibatkan tanah juga ikut terbawa arus, serta membuat tanah menjadi longsor,” bebernya.

Untuk memperbaiki Jembatan Cipamingkis, lanjut Jamal, pihaknya akan menunggu ABT sekitar bulan Oktober 2018, agar perbaikan jembatan bisa permanen.

“Kami anggarkan perbaikan secara permanen di ABT, untuk sekarang kondisi Jembatan Cipamingkis belum terlalu mengkhawatirkan, karena masih kuat untuk dilewati kendaraan,” terangnya.

Jamal menjelaskan, sebenarnya Jembatan Cipamingkis terbatas untuk dilalui minibus, hanya saja saat Jembatan Jonggol terputus, Jembatan Cipamingkis menjadi jalur alternatif, sehingga banyak kendaran bernotase besar melintasin jembatan ini.

“Sebenarnya Jembatan Cipangmingkis terbatas untuk mobil besar, hanya saja karena Jembatan Jonggol terputus, mangkanya pada melalui jalan ini, itu salah satu penyebabnya,” tandas Jamal. (and)

Related Articles

Back to top button