Pendidikan

Perpustakaan Sekolah

Oleh : Siti Rohayati

Radarbekasi.id – Sarana untuk membaca yang menyenangkan tidak salah kalau kita memilih perpustakaan . Kalau diibaratkan “Rumah Makan” , di dalam perpustakaan banyak menu yang menarik dan menggugah selera . Aneka macam judul buku dengan cover yang menarik , sungguh memikat hasrat untuk segera membacanya . Perpustakaan ibarat organ manusia , tak ubahnya sebuah jantung . Yang memberikan kehidupan bagi orang – orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Bayangkan , kalau tidak ada jantung , adakah kehidupan ?

Bisa ditebak bukan ? . Sebuah perpustakaan sangat dibutuhkan kehadirannya baik di rumah, dimasyarakat terutama sekolah . Seperti halnya Taman Bacaan Masyarakat ( TBM ), kehadirannya sangat banyak ilmu dan manfaatnya. Dengan adanya perpustakaan , Paling tidak kebutuhan untuk sebuah ilmu pengetahuan terpenuhi yang bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Alhamdulillah di sekolah tempat saya mengajar terdapat satu bangunan yang berdiri kokoh , itulah dia Perpustakaan Sekolah dengan nama “Perpustakaan Lentera Cendekia” . Didalamnya banyak sekali buku , dengan segala kegiatannya, termasuk kegiatan GLS.

Jumlah siswa di sekolah pun lumayan banyak , sekitar seribu tiga ratusan lebih . Untuk bisa membaca , maka setiap siswa wajib memiliki kartu peserta perpustakaan yang dibuatkan oleh guru . Setiap hari perpustakaan dikunjungi siswa secara bergantian perkelas . Mulai dari kelas yang masuk pagi atau pun yang masuk siang . Mulai dari kelas satu sampai kelas enam . Semua berjalan tertib sesuai aturan yang sudah ditetapkan . Apalagi saat kunjungan , didampingi guru kelas masing – masing . Bukan hanya siswa , guru pun turut serta membaca, karyawan sekolah, bapak satpam sampai orang tua wali murid pun dibuatkan jadwal kunjungan untuk membaca di perpustakaan.

Ada yang menarik lho dengan perpustakaan milik SDN Sumberjaya 04 Tamsel. Yaitu ruangan didalamnya dilukis oleh bapak Karyani ,beliau seorang satpam di sekolah tersebut., Lukisanhnya sangat indah dan menarik. Menggambarkan tentang pemandangan yang asri , dengan pohon besarnya dan beberapa siswa yang sedang membaca buku. Perpustakaan Lentera Cendekia , awal mula berdiri diikut sertakan lomba tingkat kabupaten , saat itu juara tujuh, itu terjadi tahun 2016. Tahun berikutnya perpustakaan pun kembali diikutsertakan lomba tingkat kabupaten, Alhamdulillah mendapat juara dua. Sebuah prestasi yang layak dibanggakan . Bahkan sejak saat itu , perpustakaan menjadi pusat kegiatan literasi sekolah.

Keindahan lukisan dan pengaturan tata letak buku serta jumlah judul buku cerita anak yang semakin bertambah koleksinya membuat anak-anak semakin betah berada di dalam perpustakaan. Dengan hamparan permadani , anak – anak pun merasa nyaman. Memang tujuan utama didirikan perpustakaan sekolah yang pertama dan utama adalah untuk menunjang proses belajar mengajar dan meningkatkan minat serta kebiasaan membaca.

Nah , sangat cocok sekali dengan berbagai kegiatann program kegiatan ( GLS ) Gerakan Literasi Sekolah. Untuk tingkat Pendidikan Dasar (SD) pembiasaan adalah tujuan utama. Bila pembiasaan itu sudah mengakar pada diri siswa tersebut , maka akan menambah minat untuk terus membaca. Hal ini pun dapat dilakukan dengan kegiatan tantangan membaca. Biasanya anak yang ketertarikan minat membacanya tinggi, ia akan dengan mudah menerimanya. Anak tersebut akan banyak membaca buku dalam waktu satu bulan misalnya. Untuk menguji kebenarannya maka anak akan mempresentasikan buku yang sudah dibacanya dengan mudah dan cepat .

Saya sebagai guru pengajar di SDN Sumberjaya 04 Tamsel pun sering membuat kegiatan di perpustakaan di luar jam sekolah bahkan hari Minggu sekalipun saya lakukan. Sekedar bertukar pikiran atau berdiskusi. Bahkan saya suka membuat games bersama anak-anak. Yaitu membaca nyaring dengan memperhatikan tanda baca dengan jeli dan tidak salah mengucapkannya, termasuk tanda baca lainnya.

Bahkan ada juga game menghitung kata yang sama dalam dua sampai tiga halaman . Yang tercepat dan mendapatkan jumlah kata terbanyak, dialah pemenangnya. Tak kalah serunya dengan permainan/game menyusun kata yang tersembunyi dibalik dua sampai tiga paragraf yang mempunyai makna sama . Seru sekali bukan ?. Anak – anak itu sudah diberi arahan dan membawa makanan ringan seperti permen atau kue kering bahkan roti unyil untuk diberikan pada temannya yang memenangkan game. Game ini bisa dilakukan perorangan atau kelompok. Bisa berdua, bertiga bahkan berempat. Kalau sudah seperti itu , anak-anak semakin betaha berada di perpustakaan . Banyak cara bagi kita seorang guru untuk mengetahui dan membuat anak-anak melakukan pembiasaan dan melihat minat membaca seorang anak/siswa kita sendiri. Bahkan menulis puisi, cerpen bahkan artikel tentang pengalamannya, itu luar biasa sekali.. Alhamdulillah siswa saya banyak sudah yang daapat menulis sebuah artikel.

Close