Metropolis

Tilang Ganjil Genap Ditunda

Radarbekasi.id – Rencana penindakan tilang kepada pengendara yang melanggar sistem ganjil genap ditunda, Senin (26/3). Penindakan tilang kepada pelanggar baru akan dimulai hari ini, Selasa (27/3).

Kanit 1 PJR Tol Jakarta Cikampek, Ipda M. Syahbani mengatakan, tindak tilang tidak dimulai kemarin lantaran masih ada operasi keselamatan yang dilaksanakan pihak kepolisian.

“Penindakannya akan dilaksanakan setelah selesai operasi keselamatan yang akan selesai pada 26 Maret. Jadi besok (hari ini) baru akan dilakukan penindakan,” katanya.

Tidak ada kendaraan yang ditilang karena pelat nomor kendaraannya tidak sesuai dengan tanggal. Kendaraan dengan nomor polisi ganjil pada tanggal genap dialihkan untuk memutarbalikkan kendaraannya.
Humas Jasamarga cabang Jakarta Cikampek Irwansyah mengatakan, jalur di dalam tol Jakarta Cikampek mulai lancar pada pekan ketiga pelaksanaan sistem ganjil genap.

“Jalur untuk jalan tol, lancar, posisi arah jakarta kondisi bagus. Arah jakarta 50 sampai 60 km/jam,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, suasana berbeda terlihat di Gerbang Tol Bekasi Barat dalam pelaksanaan sistem ganjil genap. Hanya ada petugas kepolisian yang berjaga dan melakukan penyortiran.

Sebelumnya diberitakan, kendaraan pribadi yang nomor polisi kendarannya tidak sesuai dengan tanggal dalam sistem ganjil genap akan ditindak tilang mulai kemarin, Senin (26/3).

Deputy GM Traffic Management Jasamarga cabang Jakarta Cikampek, Cece Kosasih mengatakan, sanksi tilang yang dimulai pekan depan akan dilakukan di dalam Tol Jakarta Cikampek oleh PJR.
Kemungkinan, kata dia, petugas penyortiran pelat nomor kendaraan pribadi yang selama ini bertugas di sebelum gardu pembayaran di tiga GT arah Jakarta itu sudah tidak diterjunkan.

Diketahui bahwa, pelanggar ganjil genap dikenakan sanksi karena melanggar rambu sesuai Pasal 287 ayat 1 Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. (neo)

Related Articles

Back to top button