Metropolis

Penerapan ERP Masih Dikaji

Radarbekasi.id – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengusulkan pemberlakuan Electronic Road Pricing (ERP) untuk masuk ke Ibukota, DKI Jakarta guna mengurai kemacetan. Demikian hal itu disampaikan Kepala BPTJ, Bambang Prihartono.

Ia menjelaskan, ERP bukan merupakan biaya masuk. Kata dia, untuk mengubah perilaku masyarakat pengguna angkutan pribadi beralih ke angkutan massal maka diperlukan kebijakan yang mendukung.

“Kalau tidak ada kebijakan push, tidak ada jalan pindah ke angkutan massal. Kebijakan push dengan nama ERP,” kata dia kemarin, Selasa (27/3).

Bambang mengatakan, pemberlakuan kebijakan tersebut juga harus menempuh beberapa tahapan. Artinya tidak bisa serta merta dilakukan tanpa adanya kajian.

BPTJ masih membutuhkan waktu untuk melakukan pengkajian terkait dengan usulan itu. Ia pun berencana untuk berdiskusi dengan Pemkot Bekasi.

“Pertama adalah kerangka kelembagaan. Saya bicara pada semua stakeholder. Bicara dengan Pemda DKI, Pemda Kabupaten penyanggah, Bekasi, Tangerang segala macam,” paparnya.

Selanjutnya, kata Bambang, yang dipersiapkan ialah regulasi untuk menjadi payung hukum pemberlakuan ERP. Yang terakhir, pihaknya akan mempersiapkan kerangka pendanaan untuk program tersebut.

“Siapa yang biayain?. Pusatkah ?, daerah kah ?, atau pusat daerah kah? atau swasta?. Termasuk juga nanti tarifnya,” tutupnya. (neo)

Close