Cikarang

Pengidap HIV/AIDS Terbanyak di Cibitung

Radarbekasi.id – Jumlah Penderita HIV/AIDS (Odha) di Kabupaten Bekasi, terus mengalami peningkatan.

Hal itu terlihat dari data terakhir pada tahun 2017, terdapat 1.363 orang yang terpapar penyakit mematikan tersebut.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Priatna Jamal mengatakan, dari tahun 2017 jumlahnya kumulatif, sebelumnya ada 946 orang, kemudian bertambah 415 orang, dan jumlah keseluruhan di tahun 2017 sebanyak 1.363 yang mengidap penyakit Odha, namun untuk tahun 2018 belum ada data yang masuk.

Seiring bertambahnya jumlah pelayanan bagi penderita Odha,  dari sebelumnya hanya ada lima, kini sudah ada 12 pelayanan yang khusus menangani HIV/AIDS di Puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi.

“12 pelayanan itu ada di Puskesmas Muaragembong, Cabangbungin, Sukatani, Tambelang, Cikarang, Kedungwaringin, Tarumajaya, Babelan, Tambun, Cibarusah dan di Desa Wanasari, Sirnajaya serta Cibatu,” kata Priatna kepada Radar Bekasi.

Dijelaskan Priatna, tahun ini pihaknya berencana untuk menambah lima Puskesmas lagi untuk melayani Odha. Baru ada tiga Puskesmas yang sudah terdata. Diantaranya puskesmas di Desa Sukajaya, Mekarmukti, Puskesmas di Kecamatan Karangbahagia, dan dua lagi masih mencari.

Priatna mengaku, berdasarkan data yang dimiliki, orang yang terpapar HIV/AIDS berusia antara 4-60 tahu, dan yang paling dominan usia 20-48 tahun.

“Jadi, yang paling banyak Odha itu usia produktif, walaupun ada beberapa anak-anak, tapi tidak banyak,” terangnya.

Dijelaskan Priatna, penyebab orang terkena HIV/AIDS yang paling utama adalah melakukan hubungan seks secara tidak aman, itu diketahui berdasarkan hasil konseling dari orang yang terpapar HIV/AIDS.

“Seks tidak aman bukan hanya dengan pasangan yang berlainan jenis, tapi juga dengan sesama jenis. Penyebab lainnya juga ada yang karena pemakaian jarum suntik,” bebernya.

Lanjut Priatna, ribuan orang yang terkena HIV/IADS itu menyebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi. Penularan penyakit tersebut lebih rentan terjadi di wilayah yang berdekatan dengan lokalisasi.

“Di setiap kecamatan memang ada Odha, tapi jumlahnya tidak sama. Ada yang banyak, ada juga yang dikit. Tapi paling banyak di Kecamatan Cibitung, Babelan dan seputar Cikarang,” pungkasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button