Berita Utama

Kinerja Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi Dipertanyakan

Radarbekasi.id – Aliansi Kesatuan Mahasiswa Bekasi (Aksi) mengkritisi kinerja Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi.

Pasalnya, dua oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka namun belum juga ditahan dan bebas berkeliaran begitu saja.

Anggota Aksi, Abdul Muhaimin mengatakan, apabila dibandingkan dengan Tim Saber Pungli Polda Metro Jaya, yang menangkap salah satu pegawai Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, berinisial AH, beberapa waktu lalu, sudah divonis oleh Pengadilan Negeri Tipikor, Bandung, Jawa Barat.

Menurut Abdul, Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi jauh tertinggal. Kata dia, dari informasi yang diterimanya, berdasarkan putusan sidang Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, saat ini AH telah diputus bersalah dan harus mempertanggung jawabkan perbuatan tercelanya dengan kurungan empat tahun tiga bulan penjara.

”Tentunya ini studi kasus yang sama, namun penanganannya berbeda. Sebab Operasi Tangkap Tangan (OTT) sepengetahuan kami konteksnya sama, dimana telah terjadi pungutan liar (pungli) yang merugikan masyarakat dan keuangan negara demi keuntungan pribadi. Oleh sebab itu, kami berharap, ada tindakan nyata dari Tim Saber Polres Metro Bekasi, sebagaimana yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Polda Metro Jaya dalam penanganan kasus OTT terhadap AH yang merupakan oknum pegawai Pemkab Bekasi,” sindirnya.

Sementara itu, salah satu korban yang juga melaporkan terkait tindak tercela AH, Rahmat Damanhury, mengapresiasi kinerja dari Tim Saber Pungli Polda Metro Jaya yang telah menuntaskan putusan hingga ke pengadilan, dan sudah divonis.

Lanjut pria yang juga mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bekasi ini, adanya putusan bersalah bagi oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nakal di pengadilan, karena melakukan pungli yang tak seharusnya dilakukan dalam melayani masyarakat. “Hal tersebut menjadi tolak ukur supaya tidak ada AH lainnya,” terangnya.

”Saya apresiasi kinerja Tim Saber Polda Metro Jaya yang memang benar-benar serius dalam menuntaskan adanya oknum ASN nakal yang mencari keuntungan pribadi, namun merugikan masyarakat. Dan saya harap dengan adanya studi kasus tersebut, menjadi pelajaran bagi oknum pegawai serta penegak hukum dalam menuntaskan kasus yang sama. Demi pelayanan publik yang prima,” tuturnya.

Adapun Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito mengakui, pihaknya memang belum melakukan penahanan kepada oknum BPN Kabupaten Bekasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Meski demikian, kata Rizal, pihaknya terus melakukan pemeriksaan demi fakta hukum untuk menjerat pelaku sesuai hukum yang berlaku. Dan orang yang ditetapkan tersangka, harus benar-benar bersalah.
”Kami masih lakukan proses penyelidikan. Rencananya akan kami lakukan gelar perkara secara bersama atau tim yang terdiri dari Saber Pungli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi serta Tim Saber Pungli dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Radar Bekasi, belum lama ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua oknum pegawai BPN Kabupaten Bekasi berinisial I dan B terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi dan Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, yang diduga melakukan pungli dengan Barang Bukti (BB) uang sebesar Rp10 juta, Rabu (14/3).

Namun setelah dilakukan pengembangan, OTT yang dipimpin Kanit Krimsus Polres Metro Bekasi, AKP Widodo, ditemukan lagi uang sebesar Rp10 juta, sehingga total uang yang disita sebagai BB menjadi Rp20 juta.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bekasi, dua pegawai BPN tersebut digelandang oleh Tim Saber Pungli Polres Metro Bekasi dari dalam gedung BPN Kabupaten Bekasi, yang berada di kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kapolrestro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, kasus dugaan pungli itu sebagai jasa ukur tanah dan pembuatan sertifikat yang melibatkan dua pegawai BPN Kabupaten Bekasi tersebut, masih dalam penyidikan.

“Hasilnya seperti apa, nanti pasti kami sampaikan ke rekan-rekan media,” janj Candra saat dihubungi melalui gawai (handphone), kemarin.

Lanjut dia, pihaknya masih mendalami kasus pungli itu, termasuk dua alat bukti lainnya.

“Untuk dugaan sementara pungutan liar,” terang Candra. (and)

Tags
Close