Berita Utama

KPU Data Pemilih Gangguan Jiwa

Radarbekasi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi akan mendata para calon pemilih yang memiliki gangguan kejiwaan. Mengingat secara aturan, masyarakat yang divonis memiliki gangguan jiwa masih bisa menyumbangkan suaranya dalam pemilu.

“Selama yang bersangkutan memenuhi syarat untuk memilih, kemudian masih dinyatakan bisa menggunakan hak pilihnya oleh dokter, itu bisa kita akomodir,” ungkap Komisioner KPU Kota Bekasi, Syafrudin.
Pihaknya berencana berkoordinasi dengan dinas sosial agar mengetahui secara pasti jumlah warga dengan gangguan jiwa namun masih mempunyai hak pilih.

“Kita belum menemukan calon pemilih yang dikatakan gangguan jiwa atau hilang ingatan itu, tapi kita akan koordinasi dengan dinsos. Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan kita sudah pegang datanya,” kata Syafrudin.
Dia juga mengatakan, bila ditelusuri lebih lanjut dimungkinkan warga dengan gangguan kejiwaan tersebut akan berpartisipasi pada penyelenggaraan pemilu di Kota Bekasi.

“Kemungkinannya ada, memang pada Pilkada serentak ini semua elemen masyarakat harus bisa dideteksi,” kata dia.

Dijelaskannya, hak suara bagi warga yang memiliki gangguan kejiwaan merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terdahulu dalam Undang-Undang Pilkada terkait hak pilih dari pengidap gangguan jiwa, di mana haknya menjadi peserta pemilu wajib dilaksanakan.

Dalam putusannya, MK menerima gugatan itu dan memutuskan sepanjang frasa “terganggu jiwa/ingatannya” tidak dimaknai sebagai “mengalami gangguan jiwa dan/atau gangguan ingatan permanen yang menurut profesional bidang kesehatan jiwa telah menghilangkan kemampuan seseorang untuk memilih dalam pemilihan umum”, sehingga akhirnya ada kriteria tertentu yang membatasi orang tersebut berhak atau tidak berhak memilih.

“Secara teknis, saat pemilihannya nanti, keikutsertaan mereka dalam pemilu dapat disalurkan di TPS-TPS yang berdekatan dengan tempat tinggalnya. Atau dengan menggelar TPS-TPS tambahan di wisma tempat penampungan orang dengan gangguan jiwa ataupun rumah sakit jiwa,” tandasnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengaku pihaknya tengah gencar melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat luas terkait penyelenggaraan pemilu pada Juni mendatang.
Ia mengatakan, hal tersebut setidaknya membuat pengetahuan masyarakat atas kepemiluan telah terlihat lebih baik daripada sebelumnya.

“Sudah mulai terasa ada peningkatan pengetahuan bahwa pada 27 Juni itu diselenggarakan Pilkada kota maupun Pilgub Jabar,” klaimnya.

Menurutnya, hal tersebut bukan hanya karena acara sosialisasi khusus seperti yang dilakukannya sekarang pada kelompok organisasi kepemudaan, namun lebih jauhnya karena informasi seputar kepemiluan dibantu disampaikan lewat agen sosialisasi, berikut media-media yang mempublikasikan pemilu.

Dirinya meyakini, bahwa tingkat partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam pemilu baik pada setiap tahapannya, maupun saat hari pemilihan akan meningkat, meskipun dari prakiraan pihaknya, daftar pemilih tetap (DPT) tidak sebanyak tahun 2014 saat pemilihan presiden. (sar)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button