Metropolis

Terdakwa Pembunuh Zoya Dituntut 12 Tahun Penjara

Radarbekasi.id – Sidang lanjutan kasus pencurian ampli berujung kematian Muhammad Al Zahra alias Zoya (30), berlangsung ramai di ruang Cakra lantai I PN Bekasi, kemarin. Enam terdakwa dalam perkara yang menghebohkan jagad nasional itu dituntut berbeda-beda. Mulai dari 10 tahun hingga 12 atahun penjara.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Musa Arif Aini itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cikarang, Muhamad Ibnu Fajar membacakan berkas tuntutan para terdakwa.

Para terdakwa: Rosadi dituntut 12 tahun penjara, Najlbulah 11 tahun, Zulkafi 11 tahun, Aldi 11 tahun, Subur 11 tahun serta Karta 10 tahun penjara. “Kami menuntut terdakwa dengan dakwaan kesatu Pasal 170 KUHP,” kata pria yang juga merangkap kasubsi penuntutan Kejari Cikarang.

Ia mengatakan, tuntutan yang diberikan pihaknya berdasarkan fakta persidangan dengan menganalisis berbagai alat bukti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 KUHP bahwa benar para terdakwa memiliki peran dalam melakukan pengeroyokan korban atas nama Muhamad Al Zahra sehingga korban Muhamad Al Zahra ini meninggal dunia.

“Persidangan ini merupakan pembelajaran bagi kita bahwa dalam negara hukum itu sama sekali tidak diperbolehkan kegiatan perbuatan main hakim sendiri,” ucapnya.

Kuasa hukum terdakwa Rosadi, Robinson Samosir mengaku kecewa karena apa yang dituntut JPU dinilai tidak sesuai dengan fakta persidangan.

“Jenisnya seperti apa, sedangkan disitu sudah jelas bahwa terdakwa saksi fakta bahwa Rosadi tidak melakukan penganiayaan, tetapi disitu disimpulkan oleh JPU bahwa Rosadi melakukan penendangan dan pemukulan itu fakta persidangan,” paparnya.

Menurut dia, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tidak bisa disatukan dengan fakta persidangan. “Itulah yang menjadi keberatan kami apa yang dipersidangkan itu tidak disampaikan oleh fakta persidangan disampaikan,” ujarnya.

Ia menyatakan, akan menyampaikan segala sesuatunya dalam pledoi. “Sebab saksi ahli atau saksi forensik mengatakan sebab kemarian karena benda tumpul, ini harus dirumuskan, kami akan buat pledoi sesuai dengan fakta persidangan, rosadi tidak melakukan suatu pidana melakukan kematian orang,” tambahnya.

Sementara itu, kuasa hukum Zoya, Abdul Chalim mengatakan, pihaknya merespon baik tuntutan tersebut. “Pantas tak pantas, jaksa sudah maksimal walaupun keluarga tak akan terima. Inilah hukum NKRI sama – sama menghormati,” ujarnya. (neo)

Related Articles

Back to top button