IndustriLife Style

Pemkot Gabungkan Usaha Antar Koperasi

Radarbekasi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tengah mendorong penggabungan usaha koperasi menjadi sebuah konsorsium.
“Konsorisum ini kami lakukan untuk mendongkrak perekonomian daerah,” ujar Kepala Bidang Koperasi Diskop-UMKM Kota Bekasi, Jaenudin Sitanggang, Rabu (4/4).

Kata dia, pada tahap awal, pihaknya sedang berupaya menggabungkan sedikitnya 30 koperasi di Kota Bekasi untuk disatukan kekuatannya pada 2018 untuk menggarap sektor riil. Saat ini, jumlah anggota koperasi di wilayahnya ada sekitar 103 ribu anggota dari 1.200 koperasi aktif.
Namun demikian, sambung dia, jaringan ribuan koperasi itu masih sangat lemah. Sebab, antar koperasi tidak memiliki hubungan bisnis yang cukup kuat.

“Networking koperasi saat ini lemah. Satu koperai dengan koperasi lainnya tidak memiliki hubungan bisnis,” tuturnya.

Menurut Jaenudin, kehadiran konsorsium tidak hanya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah yang kini sudah menyentuh angka 5,5 persen di atas rata-rata nasional. Namun juga bisa menjadi mitra penanganggulangan inflasi daerah pada momentum tertentu.

“Rencananya, satu koperasi yang tergabung dalam konsorsium ini, wajib menyetorkan saham minimal Rp100 juta. Target kami konsorsium koperasi bisa menyimpan saham hingga Rp5 miliar pada akhir 2018,” harapnya.

Lanjut Jaenudin, potensi itu akan diarahkan pada sektor usaha riil seperti penjualan sembako, minyak goreng atau beras maupun properti. Dengan upaya ini, koperasi akan mendapatkan barang yang lebih murah untuk dijual kepada para anggotanya.

“Peran konsorsium ini dapat menormalkan harga barang,” ucapnya.
Dijelaskan Jaenudin, sejumlah koperasi yang tengah disasar bergabung dalam konsorsium tahap awal ini merupakan yang telah stabil dalam pengelolaan keuangan, diantaranya Koperasi Pedagang Pasar Kranggan, Koperasi PLN, Koperasi Jasa Marga, Koperasi Bridgestone dan lainnya.

“Kalau mereka bisa disatukan, akan semakin kuat. Satu koperasi akan menyumbang konsorsium. Kalau 1.200 koperasi terlibat dikali Rp100 juta per koperasi, akan sangat signifikan menguasai bisnis riil. Sedangkan untuk simpan pinjam, belum efektif menyerap produktivitas ekonomi,” tandasnya. (oke)

Close