Politik

PSK dan Waria Berhak Memilih

Radarbekasi.id – Pekerja Seks Komersial (PSK) dan kaum waria punya hak pilih sama dengan masyarakat umumnya.

“Jadi tidak ada yang tidak boleh memilih. Semua masyarakat boleh memilih untuk memakai hak suaranya,” kata Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Sosialisasi dan SDM, Nurul Sumarheni.

Menurut Nurul, kemungkinan besar permasalahan yang mungkin saja bisa terjadi yakni, warga yang memiliki KTP luar daerah digunakan untuk pemilihan Pilwalkot Bekasi. Ketika nantinya ada yang kedapatan memakai KTP palsu atau tidak masuk DPT tapi ikut memilih, pelakunya akan ditindak pidana sesuai aturan yang berlaku.

“Saya berharap semua masyarakat dengan semua kalangan agar bekerja sama dengan KPU untuk lancarnya pilkada nanti,” tambahnya.

Salah seorang PSK asal Kota Bekasi, Sukma, 25 mengaku, sudah mengetahui adanya Pilkada 27 Juni mendatang. Namun dirinya tidak mengenal dua pasangan calon. “Hanya tahu nama saja, kebetulan kan tidak ada lokalisasi PSK disini,” tuturnya.

Namun ia berharap, siapapun nanti kepala daerah terpilih agar ikut menyejahterakan para PSK. Yakni, dengan memberikan pelatihan dan pemberian modal usaha.

“Bagaimanapun kami juga warga sehingga harus diperhatikan. Termasuk pencegahan penyebaran HIV/AIDS bisa ditangani secara bersama-sama,” katanya.

Bukan hanya soal pencegahan penularan HIV/AIDS saja, hal penting lainnya adalah pengentasan para PSK dan mucikari. Yakni, dengan pemberian pelatihan keterampilan dan modal usaha. Sehingga mereka bisa mandiri tanpa harus bekerja sebagai wanita tuna susila.

“Jika tidak ada program pengentasan, maka para PSK dan mucikari ini akan selamanya bekerja seperti ini,” ujarnya. (sar)

Related Articles

Back to top button