Berita Utama

Awas Pencurian Perangkat Komputer

UNBK SMA Mulai 9 April

Radarbekasi.id – Setelah pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah kejuruan Usai hari kamis (5/4), kini giliran siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) bersiap untuk mengikuti UNBK mulai tanggal 9 hingga 12 April mendatang.

Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh sekolah yang akan melaksanakan UNBK sejak jauh-jauh hari, mulai dari simulasi hingga gladi bersih. Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah III Profinsi Jawa Barat telah melakukan koordinasi kepada pihak – pihak terkait, baik sekolah maupun Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi.

Kepala Seksi (KASI) Pengawasan KCD Wilayah III Provinsi Jawa Barat Mawar saat di temui dikantornya mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait demi kelancaran UNBK tahun 2018 ini. Pihak nya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah sampai dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta PLN.

Salah satu hal yang menjadi ancaman menurut Mawar, pencurian perangkat computer di sekolah. Dia mengaku sudah mengintruksikan kepada pihak sekolah untuk membentuk tim yang akan piket menjaga keamanan perangkat.”Pencuriat alat computer sangat berbahaya,”katanya.

Tahun 2018 ini , seluruh siswa dan sekolah SMA di Kota Bekasi akan mengikuti UNBK yakni sekitar 13.600 murid dari 104 sekolah SMA baik negeri maupun swasta. Angka ini mengalami peningkatan setelah pada tahun sebelumnya hanya 100 sekolah.

“Sudah dikoordinasikan dengan teman-teman disekolah dan kerjasama dengan PLN. Harus ada piket untuk menjaga perangkat serta koordinasi dengan pihak keamanan dilingkungan masing-masing, masing-masing rayon sudah mempersiapkan pengawasan silang yang dilaporkan melalui MKKS. Tahun ini sudah 100%, sekitar 13.600 siswa dari 104 SMA Kota Bekasi “ ujarnya.

Mawar mengingatkan kepada seluruh peserta UNBK tingkat SMA untuk percaya dengan diri serta menjaga integritas dan kejujurannya supaya tidak pecah konsentrasi dengan hal-hal tidak benar yang bertebaran seperti pada saat pelaksanaan UNBK SMK minggu lalu.

Sementra itu, dihari terakhir Ujian Nasional Berbasis Komputer, para siswa-siswi kelas XII, SMK Garuda Nusantara, di Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, diberikan arahan dan himbauan dari anggota Bhabinkamtibnas Polsek Cikarang Selatan, Kamis (5/4) kemarin.

Aipyu Sunaryo, Bhabinkamtibnas Polsek Cikarang Selatan, yang menyambangi SMK Garuda Nusantara memberikan himbauan kepada para murid setelah berakhirnya jam sekolah.

Sunaryo berpesa kepada siswa kelas XII agar setelah keluar dari lingkungan sekolah tidak berbuat hal aneh-aneh, seperti konvoi, coret-coret seragam apalagi menjalankan tauran antar pelajar.

“Sehabis UNBK hendaknya para siswa langsung pulang ke rumah nya masing-masing, tanpa haru menunggu (teman) atau nongkrong dimana-dimana,” jelasnya saat memberikan himbauan didepan siswa SMK Garuda Nusantara.

Karena, kata Sunaryo, banyak kejadian diluar kendali sekolah yang kerap dilakukan para murid setelah menyelesaukan ujian nasional ini. Misalnya melakukan tindakan kriminal seperti tauran, konvoi, atau coret-coret sembarang tempat.

“Jangan sampai tawuran dijalan sama sekolah lain. Kan itu yang kita takuti. Kita berharap agar para siswa tidak coret-coret (seragam dan sebagainya) di sembarang tempat. Dan keluar sekolah, tidak usah berkonvoi, apalagi sampai melaksanakan tauran,” tegas Sunaryo.

Sementara itu, salah satu siswa, Angga mengaku tidak akan melakukan hal-hal tindakan kriminal. Dirinya pun berencana hendak melakukan makan-makan dengan teman ‘seperjuangan’ SMK nya. “Ngga lah bang, masa kita tauran. Ini kita kumpul doang makan-makan sama anak-anak kelas,” singkat Angga. (cr38/Cr37)

Related Articles

Back to top button