Berita Utama

Miras Rampas Enam Nyawa Lagi

Radarbekasi.id – Miras oplosan kembali renggut nyawa. Setelah dua orang, kemarin enam orang dinyatakan meninggal dunia. Total korban akibat minuman beralkohol itu delapan nyawa melayang di Kota Bekasi dalam tempo kurang satu pekan.

Mereka yang tewas, M Ridwan (20), Arifin (3), Abi Abustian (28), Anisa Adilah, Bernik Adenan, Adiansyah, Supriyo, dan seorang belum diketahui identitasnya. Dua nama pertama diketahui tewas pada Rabu (4/4) di Pondokgede. Sementara enam lainnya meninggal Kamis (5/4) subuh di Jakasetia dan Bekasi Selatan.

’’Iya tambah satu orang. Yang satu lagi yang dirawat di rumah sakit umum,” kata Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan, Iptu Ompi Indovina kemarin sore.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan, korban yang minum di tempat berbeda itu menenggak miras pada Minggu (1/4).

Ia menjelaskan, korban diduga sakit karena mengkonsumsi miras oplosan juga ada di wilayah Jatiasih berjumlah empat orang. “Semuanya sudah pulang empat orang,” katanya kemarin siang.
Sebelumnya, polisi telah menggerebek pabrik miras oplosan di Gang Tape, Jalan Swatantra 5, RT 09/03, Jatirasa, Jatiasih, Rabu (4/4) malam. Selain itu, pihaknya juga menggerebek toko miras oplosan tempat para korban membeli.

Saat ini, pemilik pabrik miras, A alias Bewok masih dalam pengejaran. Karena, ketika rumahnya didatangi polisi ternyata pergi ke Sumatera.

Dijelaskannya, kandungan dalam miras oplosan hampir sama dengan campuran antara lain ekstrak wiski, alkohol, karamel, sirup, minuman energi, obat sakit gigi dan obat kuat.

“Tadi malam (kemarin) semua jenazah sudah kita otopsi dan sudah pemeriksaan laboratorium. Nantinya itu yang menentukan apakah dia meninggalnya karena minuman ini atau tidak,” ujarnya.

Pelaku yang sudah ditangkap terancam dikenakan Pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara. Selain itu dikenakan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 109 dengan hukuman pidana maksimum 15 tahun.

Salah satu tersangka, Ugi mengatakan, dia hanya menjual minuman keras tersebut dengan membelinya dari tersangka Bewok. ’’Saya beli Rp10 ribu dijual Rp15 ribu,” ujarnya. Sementara itu, tersangka Doni yang diketahui sebagai peracik miras oplosan memilih bungkam. (neo)

Related Articles

Back to top button