Berita Utama

Genangan Air Perparah Kemacetan

Radarbekasi.id – Saluran air (drainase) di depan pintu keluar masuk Tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

Karena setiap turun hujan, kondisi jalan di wilayah tersebut selalu terjadi banjir atau genangan air dengan ketinggian sekitar 70cm-100cm.

Hal ini mengganggu para pengendara yang melintas, bahkan kondisi jalan juga menjadi macet dari dua arah, baik yang ingin masuk dan keluar pintu tol.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno mengakui, kondisi jalan di wilayah tersebut sering terjadi banjir. Apalagi dirinya juga pernah mengalaminya saat melintas di jalan tersebut, bahkan terpaksa harus berhenti lama, karena ketinggian airnya mencapai satu meter.

Dari hasil observasinya bersama anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, penyebab terjadinya banjir di wilayah itu adanya pembangunan apartemen, tapi saluran airnya tidak terintegrasi dengan saluran air yang dibuat pemerintah daerah.

”Jadi masalah saluran air di wilayah tersebut harus cepat ditangani, karena jalan tersebut merupakan jalan alternatif, dan volume kendaraannya tinggi. Oleh sebab itu, kami harap para pengusaha, khususnya pengembang apartemen yang ada disekitar harus bertanggung jawab untuk memperbaiki saluran air,” imbuh Taih saat dihubungi Radar Bekasi, Minggu (8/4).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), harus bertanggung jawab dan melakukan peneguran kepada pengusaha untuk memperbaiki saluran air yang ada.

”Persmasalahan ini harus cepat diselesaikan, sebab jalan ini merupakan jalur utama. Dinas terkait juga harus turun serta memberikan surat peringatan, supaya pengusahanya cepat tanggap dan berperan dalam perbaikan infrastruktur yang ada di lingkungannya, sehingga masyarakat tidak dirugikan dari adanya pertumbuhan investasi,” ucap Taih.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Jamaludin berjanji, pihaknya akan melakukan observasi untuk mengatasi masalah banjir yang ada di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan tersebut.
”Ini memang jadi tanggung jawab kami sebagai dinas yang membidangi infrastruktur, teruma masalah fisik dan konstruksi. Dan dalam waktu dekat, kami akan meninjau ke lapangan untuk mengetahui penyebabnya, serta berkomunikasi dengan para pihak pengembang,” terang Jamal. (and)

Related Articles

Back to top button