Metropolis

Pengajian di Masjid Jami Sayyidah Khodijah

Ajak Warga Hindari Hoax, Terorisme dan Radikalisme

Radarbekasi.id – Pengurus Masjid Jami Sayyidah Khodijah, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menggelar pengajian dengan tema radikalisme, terorisme dan Hoax. Seperti apa?

Para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Sayyidah Khodijah, di Jalan Melati Raya, Perumahan Graha Melasti, RW 014, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, menggelar pengajian rutin dengan mengangkat tema “Menangkal Paham Radikalisme, Terorisme, dan Berita Hoax Menuju Damai Dalam Bingkai NKRI” belum lama ini.

Tujuan di angkatnya tema ini untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat sekitar tentang pemahaman bahaya radikalisme dan terorisme serta kabar Hoax. Pengajian ini juga diisi dengan siraman rohani yang dipimpin oleh Ustaz Abdurahman yang memberikan pemahaman tentang membentengi diri untuk menolak hal-hal bertentangan dengan Agama. Dalam kegiatan yang belum lama ini digelar, terlihat lebih dari 100 orang hadir mengikuti pengajian yang di gelar di Aula Masjid Jami Sayyidah Khodijah.

Ketua DKM Jami Sayyidah Khodijah, Jamaludin, menyampaikan apresiasi positif kepada para peserta pengajian yang sangat antusias. Karena, dalam pengajian kali ini pihaknya mengangkat tema yang menarik untuk dibekali kepada para masyarakat, khususnya warga Perumahan Graha Melasti.

“Tentunya kami mengharapkan hasil pengajian ini dapat bermanfaat bagi kita semua, yakni masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW 014, Perumahan Graha Melasti Marsudi, meyambut baik kerjasama yang dilakukan pihak DKM dengan Baintelkam Polri dalam pengajian kali ini. Dia berharap dengan hadirnya pihak Baintelkam Polri dalam pengajian ini bisa memberikan pemahaman kepada warga Kabupaten Bekasi lebih dalam.

“Hasil kerjasama ini semoga mampu menekan serta mampu mengurangi penyebaran radikal dan terorisme di masyarakat Bekasi, khususnya terhadap warga Sumberjaya,” tutur Marsudi.

Tak tertinggal, perwakilan dati Baintelkam Polri, Kompol Buntoro, menekankan pentingnya kegiatan ini dilaksanalan untuk membentengi diri masyarakat agar tidak ikut paham radikalisme dan terorisme. Karena menurutnya, jika masyatakat mengikuti paham radikalisme terorisme dan Hoax, hal itu sangat berpengaruh dalam memecah belah NKRI.

Buntoro pun meminta agar pihak Kepolisian bisa bersinergi lebih dalam dengan pemerintah daerah dalam hal pemahaman anti teroris, paham radikalisme dan Hoax di masyatakat. (Cr37)

Related Articles

Back to top button