Berita Utama

Siswa Bawa Laptop Sendiri

Hari pertama UNBK Relatif Lancar

Radarbekasi.id – Hari pertama pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 1 Pebayuran, Kabupaten Bekasi, berjalan lancar, Senin (9/4). Namun, sejumlah siswa harus membawa laptop sendiri untuk bisa mengikuti UNBK kali ini. Karena, pihak sekolah mengaku kekurangan dalam penyediaan komputer .

Kepala SMA Negeri 1 Pebayuran, Fajar Heryadi mengatakan, penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer hari pertama di sekolah yang dipimpinnya berjalan lancar. Sampai jam akhir ujian, dirinya mengaku belum menerima laporan adanya kendala pelaksanaan UNBK dihari pertama.“Alhamdulillah sampai saat ini berjalan lancar (pelaksanaan UNBK),” kata Fajar kepada Radar Bekasi, Senin (9/4) kemarin.

Dalam pelaksanaan UNBK, pihak sekolah hanya menyediakan jaringan internet, server, kabel perangkat, dan beberapa komputer saja. Karena, jumlah komputer yang dimiliki sekolah belum memadai untuk pelaksanaan UNBK untuk seluruh murid.

“Pihak sekolah hanya menyiapkan jaringan internet, server dan kabel perangkat. Kalau laptop, (beberapa) siswa bawa masing-masing, karena pihak sekolah tidak memiliki komputer (untuk menampung seluruh peserta UNBK),” ungkapnya.

Sekedar diketahui, siswa-siswi di SMA Negeri 1 Pebayuran yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer kali ini sebanyak 420 peserta. Jumlah tersebut terbagi dalam beberapa jurusan. Siswa yang mengikuti UNBK untuk jurusan IPS sebanyak 152 peserta sedangkan untuk jurusan IPA sebanyak 286 siswa yang terdiri dari 87 siswa laki-laki dan 181 siswa perempuan. “Untuk jurusan IPS ada 152 siswa yang terdiri dari 78 siswa laki-laki dan 74 siswi perempuan,” tukasnya.

Terpisah, pelaksanaan UNBK tingkat SMA di Kota bekasi masih berjalan normal. di Sekolah Menengah Atas (SMA) KORPRI, komputer sekolah sempat mengalami blue screen sebelum jam pelaksanaan UNBK dimuai.

Humas SMA KORPRI Bujang mengungkapkan, sempat terjadi bleu screen pada 15 komputer sekolah saat sedang persiapan UNBK. Namun kendala tersebut berhasil diatasi sampai dengan pelaksanaan UNBK dimulai yakni pukul 7:30 waktu setempat.
Terlepas dari kejadian tersebut tidak, ditemukan kendala yang cukup berarti dalam pelaksanaan UNBK hari pertmana ini, UNBK yang diikuti oleh 266 siswanya tersebut berlangsung dengan lancar tanpa gangguan baik tehnis maupun gangguan yang berasal dari diri siswa.

“ Tadi sempat trouble sedikit dari komputer sekolah, sekitar 15 komputer mengalami blue screen sebelum UNBK dimulai (saat persiapan). Alhamdulillah bisa cepat diatasi. Alhamdulillah ikut semua tidak ada yang sakit dan terlambat, untuk tehnis lancar karena sudah ada back up listrik dari PLN, “ ujarnya.

Bujang menerangkan, pihaknya menyampaikan kepada siswanya sesuai dengan jadwal sebagaimana tercantum dengan alasan sudah mengikuti simulasi sebanyak 2 kali dan gladi bersih maka tidak ada alasan siswa untuk terlambat pada pelaksanaan UNBK.

Untuk siswa yang terkendala dengan alasan sakit, Bujang dan pihak sekolah menawarkan jika memang masih memungkinkan untuk mengikuti UNBK akan dijemput oleh pihak sekolah dengan persetujuan orang tua murid.

“Kita sesuai waktu saja, karena mereka sudah tau dari simulasi dan gladi bersih kalau masih terlambat juga ya tanggung sendiri, tidak dapat perpanjangan waktu “ tegasnya.

Sementara itu, UNBK yang diikuti oleh 540 orang di SMAN 2 Bekasi berjalan tanpa hambatan baik dari server pusat maupun perangkat disekolah. Demikian diungkapkan oleh Humas SMAN 2 Bekasi Setia Nugraha. Ia mengaku belum mendengar siswanya yang terkendala sakit ataupun terlambat pada kesempatan hari pertama ini.

Pada pelaksanaan UNBK tahun ini, SMAN 2 Bekasi mendapatkan kontribusi perangkat dari siswa sekitar 12 buah laptop sebagai cadangan perangkat sesuai dengan SOP yang tertera pada POS UN.

“ hari ini 100 persen hadir semua alhamdulillah, dari sesi 1,2 dan 3 belum ada kabar siswa yang sakit ataugak masuk. Kalau misalkan sakit ya harus dibuktikan dengan surat dokter kalau tidak dianggap tidak ikut unbk. Kontribusi dari siswa ada untuk persediaan cadangan yaitu disetiap ruang 2 buah,”tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bekasi, jumlah peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer untuk jenjang SMA di Jawa Barat pada tahun ini, totalnya mencapai 213.078 siswa, jumlah itu terbagi di 1.530 sekolah swasta maupun negeri di Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Kadisdik Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, pelaksanaan UNBK di Jawa Barat dipastikan sudah 100 persen menggunakan komputer. Pelaksanaan UNBK diselenggarakan hingga tanggal 12 April, atau empat hari, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan terakhir mata pelajaran yang disesuaikan dengan jurusan yang diambil siswa.

“Ada empat pelajaran yang di uji-kan. Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan jrusan nya masing-masing,” kata Kadisdik Jawa Barat, Ahmad Hadadi, kepada awak media kemarin. (cr37/cr38)

Related Articles

Back to top button