Berita Utama

Golput Diprediksi 35-40 Persen

Radarbekasi.id – Pengamat Politik dan Praktisi Pilkada, Jiwang Jiputro menyatakan bahwa perilaku golput (golongan putih) dapat memicu terjadinya politik uang. Dirediksi golput di Pilwalkot Bekasi dan Pilgub Jawa Barat di Bekasi mencapai 35-40 persen.

Hal ini ia utarakan menyikapi Pilkada serentak 2018 di Kota Bekasi dimana adanya Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota dan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

Apalagi, partisipasi pemilih di Kota Bekasi pada Pemilu terakhir tidak mencapai 50 persen. Artinya, masih banyak warga yang memilih golput.

Dengan begitu, sambung dia, menjadi pekerjaan rumah (PR) yang berat bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi untuk terus mensosialisasikan pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Karena banyak yang memilih golput, para calon kandidat pun bisa memanfaatkan praktik politik uang demi mendulang lebih banyak suara,” kata Jiwang.

Jiwang menyebut bahwa aksi golput menyia-nyiakan hak pilih pribadi. Namun saat salah satu calon terpilih, mereka justru kecewa karena tidak sesuai dengan harapan.

“Pemimpinnya justru dipilih orang lain yang belum tentu memiliki pilihan yang sama,” tandasnya.
Ia memprediksi golput pada Pilkada akan meningkat dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Peningkatan golput itu merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap partai politik.

Parpol dinilai lebih mementingkan perluasan kekuasaan ketimbang memperjuangkan kepentingan masyarakat. ”Golput saya prediksi 35-40 persen. Ini berkaca dari tingginya golput pada pemilihan kepala daerah di sejumlah daerah,” katanya.

Menurut Jiwang, sisa waktu yang tinggal dua bulan menyulitkan KPU melakukan sosialisasi pilkada secara optimal sehingga bisa mencegah pertumbuhan golput, apalagi KPU masih harus menanggung beban berat pengadaan logistik. ”Parpol harus membantu KPU melakukan sosialisasi,” katanya.

Selain Golput, hal lain yang memicu suara menjadi sia-sia adalah kesalahan saat mencoblos surat suara ketika pemilu berlangsung. (sar)

Related Articles

Back to top button