Politik

Media Sehat di Pilkada Serentak

Radarbekasi.id – Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himawan) Unisma menyelenggarakan seminar, Peran Media dalam Pilkada Serentak yang Sehat di Kota Bekasi, Selasa (10/4).

Komisioner KPU Kota Bekasi Syafrudin mengungkapkan peran penting dalam Pilkada Kota Bekasi. “Kita membutuhkan media sebagai transparansi informasi publik,” ungkapnya.

Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti mengungkapkan, panwaslu berperan mengawasi pelaksanaan tahapan pemilukada. Salah satunya Daftar Pemilih Sementara (DPS).

“Jangan sampai pemilik hak pilih apatis dengan haknya. Karena itu, perlu dicek sudah masuk dalam DPS belum,” imbuhnya.

Peran media, lanjut Novita, harus bersinergi dan juga mau dikoreksi. “Maaf kalau ada keliru tulis misalnya, harus mau juga dikoreksi,” jelasnya.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi Iwan Nandi Kurniawan menyatakan media online saat ini tidak bisa dianggap remeh.

“Peran media online memberi edukasi kepada masyarakat. Termasuk dalam pilkada ini,’’ imbuhnya.

Hamludin dari Tempo memetakan tiga hal. Pertama pemanfaatan media oleh penyelenggara. Kedua peran media menjalankan fungsinya secara independen menyampaikan pelanggaran-pelanggaran pilkada. Ketiga bagaimana media bias dari kepentingan.

“Saat ini eranya post trust. Percaya apa yang diviralkan di medsos,” pungkasnya.

Adi Susila, akademisi Unisma menyebut peran media besar. Hanya perlu dicermati dengan fenomena post truth.

“Apakah bisa terjadi di Kota Bekasi fenomena post truth,” tanyanya seraya menyebut salah satu karakteristik post truth mengaduk-aduk emosi pembaca serta mengabaikan data dan fakta. (zar)

Related Articles

Back to top button