Berita Utama

UNBK, Empat Sekolah Masih Numpang

SIswa SLB Masih Menggunakan Pensil

Radarbekasi.id – Karena memenuhi syarat untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah secara mandiri, empat sekolah di Kota Bekasi melaksanakan UNBK dengan cara menumpang.

Keempat sekolah tersebut adalah Sekolah Amaratus Solihat menumpang di Yayasan Teratai Putih, SMA Proklamasi menumpang di Yayasan Daya Utama, SMA Nurjaleha menumpang di SMA Patriot dan SMA Kataros menumpang di SMA Korpri Bekasi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bekasi, Ekowati mengatakan Keempat sekolah swasta tersebut terpaksa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah lain karena tidak memenuhi syarat.

“Jadi mereka memang tidak memenuhi syarat untuk melaksanakan Ujian Nasional secara mandiri. Dikarnakan jumlah siswanya tidak sampai 20 orang,” katanya Selasa (10/4).

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Korpri Kota Bekasi, Ade Ruqbi mengaku, ada 3 siswa yang menumpang UNBK di Sekolah SMA Korpri Kota Bekasi.Dirinya mengatakan, ini merupakan tahun ketiga pihaknya melaksanakan UN berbasis Komputer.

Dalam pelaksanaannya, dibagi 3 shift. Ke tetiga siswa yang menumpang tersebut juga di bagi 3, satu di shift 1, satu di shift 2 dan satu lagi di shift 3. Namun berbeda tahun ini pihaknya di percaya untuk memberikan tumpangan kepada sekolah yang belum memiliki syarat.

“Jadi siswa kami ada 265 orang yang melaksanakan UNBK tahun ini, dan Alhamdulilah tahun ini kami dipercaya untuk menjadi sekolah tumpangan pelaksanaan UNBK dari SMA Kataros dengan jumlah siswa 3 orang,” tutupnya.

Sementara itu, Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) dilaksanakan oleh Sekolah luar biasa Negeri (SLBN) Bekasi Jaya. Pantauan Radar Beasu, lingkungan sekolah nampak terlihat sangat sunyi. UNKP hanya diikuti oleh 5 siswa dari total 24 siswa kelas 12.

Kepala Sekolah SLBN Bekasi Jaya Suherman mengatakan, dari 24 siswa kelas 12 terdiri dari 6 siswa tuna rungu dan 18 siswa tuna grahita. Satu siswa diantara 6 yang menderita tuna rungu juga menderita tuna grahita.

Suherman menjelaskan untuk siswa tuna grahita, mereka hanya mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Naional (USBN) pasalnya IQ siswa penderita tuna grahita lebih rendah dibandingkan dengan siswa lainnya untuk itu tidak bisa disetarakan.

“Ada 5 siswa yang mengikuti UN, kita tidak unbk tapi unkp. Untuk kota Bekasi yang melaksanakan UN hanya di SLB Negeri ini saja yang lain tidak. Siswa tuna rungu ada 6 anak tapi yang ikut UN hanya 5 orang karena satu anak tuna rungu dan tuna grahita jadi tidak memungkinkan untuk mengikuti UN,”terangnya.

Menurutnya, siswa sudah tidak asing dengan materi yang diujikan dalam kesempatan UNKP ini. Karena sudah melakukan latihan setiap harinya. Namun, ia merasa khawatir pada UNKP mata pelajaran Bahasa Inggris karena perbendaharaan kata siswanya tidak terlalu banyak ditambah dengan perbedaan tulisan dan pengucapan pada mata pelajaran Bahasa Inggris.

“Mereka sudah terbiasa karena yang diujikan adalah pelajaran yang sehari-hari sudah diberikan. Permasalahan hanya perbendaharaan kata saja yang mereka kurang karena asupan kata sedikit akibat kekurangan yang mereka miliki. Kesulitan mereka mungkin hanya di Bahasa Inggris karena perbendaharaan kata dan perbedaan antara tulisan dan ucapannya, “ ujarnya.

Tidak ada alat bantu khusus yang terlihat disekitar tempat pelaksanaan ujian seperti siswa tuna netra yang membutuhkan huruf Braile dan kaset atau pengeras suara.Setiap hari Suherman mengaku harus pulang pergi Bandung untuk mengambil soal sebagai usaha untuk menjaga kerahasiaan soal meskipun ditingkat SLB. “ tetap soal menjadi rahasia walaupun untuk siswa SLB, “ ujarnya.

Terpisah, Wakil Kepala Polsek (Waka Polsek) Pebayuran dan Kepala Unit Sabhara melakukan pemantauan ke SMA Negeri 1 Pebayuran yang sedang melaksanakam Ujian Nasiona berbasis Komputer (UNBK), Selasa (10/4) kemarin.

Wakapolsek Pebayuran, Iptu Tarmizi, meninjau pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 1 itu untuk mengecek kelancaran berjalannya ujian nasional itu. “Semuanya berjalan lancer tanpa ada kendala,” kata Iptu Tarmizi kepada Radar Bekasi, Selasa (10/4).

Dia berharap agar pelaksanaan UNBK di Kecamatan Pebayuran berjalan dengan aman dan lancar. Tarmizi pun menjelaskan npemantauan yang dilakukan jajarannya untuk mengantisipasi adanya permasalahan yang dapat mengganggu jalannya ujian.

“Pemantauan yang kami lakukan untuk mengantisipasi adanya permasalahan yang dapat mengganggu jalanya ujian agar dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tambah Waka Polsek.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pebayuran, Fajar Haryadi menambahkan, bahwa dengan adanya kunjungan dan pemantauan yang dilakukan jajaran Polsek Pebayuran kali ini sangat bermanfaat. Hal itu diungkapkan Fajar agar kehadiran kepolisian untuk berjaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Bermanfaat juga untuk pelaksanaan UNBK kali ini. Karena, kita lihat dari segi kecil nya saja, dengan kehadiran pihak Kepolisian disini (Sekolah) kan jadi membuat para murid lebih serius dalam mengerjakan soal-soal UNBK,” ungkap Fajar.

Dalam pelaksanaan UNBK disekolah nomor satu di Pebayuran itu pun terbagi dalam tiga sesi, yang pertama dimulai pukul 07.30-09.30 WIB, kemudian sesi kedua mulai pukul 10.30 WIB sampai 12.30 WIB dan sesi ketiga yakni dari pukul 14.00 sampai 16.00 WIB. (cr38/cr37dyt/gob)

Related Articles

Back to top button