Cikarang

Warga Binaan Diberi Pemahaman Penyakit Menular

Radarbekasi.id – Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Cikarang, Kabupaten Bekasi, mendapat sosialisasi pemahaman HIV AIDS dan penyakit menular seksual dari Komunitas Generasi Muda Peduli Negeri (GMPN), belum lama ini.

Sekitar 80 orang warga binaan Lapas Cikarang, mengikuti penyuluhan HIV AIDS tersebut. Kepala Lapas Cikarang, Kadek Anton Budiharta menjelaskan, sosialiasi dilakukan agar warga binaan lebih mengetahui asal-usul terjadinya penyakit menular, terutama yang identik dengan narkotika dan obat-obat terlarang (narba) dan seksual.

Hal ini merupakan salah satu langkah supaya warga binaan lebih mengetahui asal-usul terjadinya penyakit tersebut (HIV AIDS dan penyakit seksual) serta penularannya, termasuk pengobatan,” ujar Kadek.

Menurut Kadek, dengan lamanya masa tahanan, warga binaan harus lebih dapat menjaga segala tingkah lakunya, baik sosial maupun individunya, guna memproteksi diri dari berbagai macam jenis penyakit yang dapat menyerangnya.

“Ada beberapa warga binaan yang pernah mengalami penyakit menular ataupun HIV. Tentunya ini harus menjadi perhatian supaya ke depannya tidak terjadi lagi penyakit serupa,” imbuh Kadek.

Lanjut Kadek, hal ini merupakan suatu pemahaman yang perlu dicermati oleh setiap orang, khususnya warga binaan di Lapas Kelas III Cikarang tentang bahaya penyakit menular seksual dan juga HIV AIDS. “Untuk mengantisipasi, warga binaan harus lebih paham akan hal tersebut,” sarannya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, para warga binaan juga telah dilakukan screening guna mendeteksi penyakit HIV AIDS yang bekerjasama dengan beberapa instansi terkait hingga pengobatan secara rutin. Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan sinergitas antara Lapas dengan instansi lain dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat.

Sementara itu, Yenny, salah seorang dokter yang melakukan pengecekan kepada para warga binaan, mengimbau, jika seseorang melakukan tindakan yang mempunyai potensi penyakit menular seksual maupun HIV AIDS, agar memeriksakan diri ataupun konseling, sehingga mendapat pengobatan yang maksimal agar tidak menyerang ke organ tubuh lebih parah, serta tidak menularkan ke orang lain.

“Jika merasa mengalami tanda-tanda pada kelamin, jangan melakukan pengobatan sendiri, tapi dianjurkan berobat ke dokter. Pasalnya bisa menimbulkan luka yang serius atau menjadikan virus bertambah kebal, sehingga cara yang tepat periksakan ke Puskesmas atau rumah sakit,” terang Yenny. (cr37/pojokjabar)

Related Articles

Back to top button