Berita Utama

Siswa Kesulitan di Pelajaran Matematika

Radarbekasi.id – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) berakhir, kamis kemarin. Bahkan beberapa siswa mengatakan lega dengan hari akhir di ujian tersebut.

Seperti Meylinda, siswi kelas 12 IPS di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bekasi mengaku lega dengan berakhirnya ujian Nasional Berbasis Komputer kali ini. Meski belum tau nilai yang ia dapatkan, namun dirinya tetap optimis mendapakan nilai memuaskan.

“Hari ini hari terakhir UNBK, Alhamdulillah udah sedikit lega, gak terlalu deg-degan kaya kemarin,dan semoga hasilnya bagus nantinya,” ucapnya, kamis (12/4).

Bukan hanya itu, ditanya mengenai soal ujian, Meylinda mengatakan agak kesulitan pada Mata pelajaran Matematika. Karena saat simulasi ada beberapa soal yang menggunakan sistem jawaban esai namun sewaktu ujianya teknis pengisian soal esai malah ditiadakan.

“Tadinya kita di simulasi soal matematika itu pengerjaanya ada esainya, eh tapi pas di ujianya gak ada soal esai,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh siswi SMA Ananda Bekasi, Kristin. Ia mengatakan ada beberapa point yanh membuat dirinya kesulitan mengerjakan. Bukan cuma itu, pendalaman materi yang diberkan dan realita pengerjaanya pun membuat dirinya kesulitan, bahkan ada beberapa soal yang sangat mencekam pikirannya saat mata pelajaran Matematika.

“Jadi ada soal yang sulit, di dalam akar masih ada akar lagi, pokoknya mata pelajaran yang paling susah adalah Matematika,” tegasnya.

Sementara itu, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bekasi melarang siswa-siwinya melakukan aksi corat-coret baju saat hari terakhir pelaksanaan UNBK. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala MAN 1 Kota Bekasi, Endang Saefudin.

Dirinya mengatakan, kegiatan ketuk dari sisi agama ini mempunyai point edukasi, salah satunya adalah menyadarkan anak didiknya untuk tidak berprilaku merugi salah satunya adalah mencorat-coret baju seragam.

“Kami iimbau anak-anak agar tidk melakukan seperti itu, kenapa kita berlakukan peraturan ini, karena tanpa kita sadari masih banyak orang-orang yang membutuhkan seragam, nah dari pada di corat-coret mending seragamnya dikasih kepada orang-orang yang membutuhkan,” ucapnya.

Bukan hanya imbauan mengenai aksi corat-coret seragam sekolah, 481 siswa yang ikut pelaksanaan UNBK ini di arahkan juga di pemaparan yang positif mengenai dunial luar setelah mereka lulus dari 12 tahun mengenyam bangku sekolah.

“Kami juga memaparkan mengenai dunia luar, karena ini adalah point tujuan mereka setelah mereka lulus dari bangku sekolah. Mereka harus lebih siap menjadi pribadi yang lebih baik, dan tentunya menjaga akhlak mereka entah di dunia pekerjaan atau di bangku kuliah nanti,” harapnya. (dyt/gob)

Related Articles

Back to top button