Metropolis

Target Pembangunan Tol Becakayu Meleset

Radarbekasi.id – Menyambut pagelaran Pemilihan Kepala Desa di 153 desa di Kabupaten Bekasi, Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bekasi ‘mewanti-wanti’ kerawanan money politic.

Hal itu di ungkapkan oleh Skretaris Apdesi Kabupaten Bekasi, Jaut Sarja Winata, kepada Radar Bekasi, belum lama ini. Jaut menegaskan, permainan money politic pada Pilkades bukan terjadi pada pendaftaran sang calon, melainkan pada si-calon kepala desa sendiri.

“Sekarang, pemilihan kepala desa tidak dikenakan biaya, artinya gratis kan. Harapannya agar lahir lahir pemimpin yang di harapkan masyarakat, tidak ada money politic disana. Saya pikir, money politic bukan dari pendaftaran, kalau proses pendafatran dari dulu memang ada.”jelas Jaut Sarja saat ditemui Radar Bekasi diruang kerjanya.

Berbicara money politic di sejumlah desa, lanjut Jaut, dirinya akan mempelopori sejumlah calon Kades dan simpatisannya untuk ‘bertarung’ dengan jujur dan sehat. Seperti halnya di desa yang ia naungi, Desa Tambun.

“Di Desa Tambun ini, saya yang akan mempelopori tidak ada money politic. Saya pun akan memberlekukan kepada para calon, agar semua calon itu berlaku fair play. Jadi kalau memang berkompetisi, ayo berkompetisi, kalau mau kita kompetisi secara sehat, jangan masyarakat kita di bodohi (dengan money politic),” tambahnya.

Dia menegaskan, sistem berpolitik pada tingkat desa bisa berjalan sehat tanpa ada hal-hal menyimpang. Dirinya yakin bahwa para partai politik akan mencotoh sistem pemilihan di tingkat desa. Karena menurutnya, Pilkades itu lebih rentan sistem kampanye hingga pemilihannya dari pada tingkat pemilihan di atasnya.

“Artinya ketika pencerahan politik yang lebih baik ke depan nya, saya pikir mungkin ke depannya ini akan dicontoh oleh partai dan pemerintah daerah. Saat ini memang sedang kotor, kali ini politik kita sedang kotor. “tegasnya.

Dirinya juga menyebut bahwa saat ini pemerintah belum memiliki solusi untuk menangkal adanya permainan money polutic di masih-masing wilayah dalam pelaksanaan pemilihan. Sekadar diketahui, pemilihan kepala desa di Kabupaten Bekasi sendiri akan diikuti oleh 153 desa dari 23 kecamatan yang ada. Penyelenggaraan Pilkades sendiri akan digelar pada Agustus 2018 mendatang. (Cr37)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button