Pendidikan

Lebih Dekat dengan Suherman, Kepsek SLB Bekasi Jaya

Juara se Jabar, Dorong Gerakan Literasi Sekolah Luar Biasa

Radarbekasi.id – Suherman, merupakan salah satu kepala sekolah berprestasi di Kota Bekasi. Prestasi apa yang dia raih?

Belum lama ini, pria kelahiran Bandung tersebut menyabet prestasi juara merancang gerakan literasi sekolah yang diadakan di Garut 6 – 7 Maret yang lalu.

Saat dijumpai disekolahnya, Suherman mengaku untuk mendongkrak posisi Indonesia yang menduduki posisi 65 dari 66 negara pada wilayah membaca, maka keluarga dan sekolah harus senantiasa bekerjasama untuk mendukung cita-cita tersebut.

“Berdasarkan penelitian dari luar, Indonesia menduduki posisi 65 dari 66 negara tentang minat membaca. Maka perlu ada kerjasama yang baik dari sekolah dan keluarga supaya harapannya Indonesia meningkat dari posisi itu, “ tegasnya.

Suherman meraih prestasinya dengan merancang gerakan literasi sekolah Luar Biasa (SLB), diantara konsep yang ia rancang terdiri dari gerakan harian, bulanan dan tahunan yang harus dijalankan oleh sekolah. Pada gerakan harian, Suherman merancang gerakan membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan membaca tersebut dirancang oleh Suherman dengan konsep membaca buku non pelajaran seperti buku cerita atau sejarah.

Kemudian gerakan harian tersebut dilanjutkan dengan gerakan bulanan, yakni dengan cara mereview termasuk menalar dan menjelaskan kembali buku yang dibaca oleh masing-masing siswa secara bergantian. Setelah kegiata bulanan tersebut berjalan, maka perlu dilakukan evaluasi kinerja harian dan bulanan yang dicanangkannya dalam kegiatan tahunan.

Konsep tersebut berhasil mengungguli konsep yang dirancang oleh kepala sekolah SLB se-Jawa Barat beberapa waktu. Sehingga menobatkan dirinya sebagai juara merancang gerakan literasi sekolah SLB se-Jawa Barat.

Suherman melandasi rancangan konsep literasi nya dengan Undang-undang no.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, permendikbud no. 23 tahun 2015 dan uu no.43 tahun 2007 tentang perpustakaan.

Pria Bandung ini menaruh perhatian kepada pendidikan Luar Biasa sejak berada dalam struktur kepengurusan Karang Taruna ditanah kelahirannya pada tahu 1987. Perhatiannya kepada sekolah luar biasa membuat ia konsentrasi dengan menempuh pendidikan Sekolah Guru Ppendidikan Luar Biasa dan meraih gelar diploma 3 serta melanjutkan kembali di Universitas Nusantara (UNINUS).

Dia mengaku, menjadi kepala sekolah SLBN Bekasi Jaya sejak dirotasi awal tahun 2017, setelah sebelumnya menjadi kepala sekolah di salah satu SLBC di Kota Bandung. Meskipun Kota Bekasi bukan menjadi tempat kelahirannya, namun ia berkomitmen untuk membangun SLB di Kota Bekasi untuk lebih baik serta bercita-cita mendorong Peraturan Daerah yang menjamin ketersediaan lapangan kerja bagi lulusan SLB Di Kota Bekasi seperti yang sudah dilakukan dibeberapa daerah di Jawa Barat. (cr38)

Related Articles

Back to top button