Metropolis

Satu Kelas Ujian Susulan

Radarbekasi.id – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah berakhir pada Kamis (12/4) lalu. Bagi yang tidak mengikuti UNBK mulai tanggal 9 sampai 12 April kemarin, terpaksa mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 dan 18 April besok.

Misalnya siswa SMAN 7 Kota Bekasi, siswa tersebut satu kelas terpaksa harus mengikuti ujian susulan. Pasalnya, pada server mengalami gangguan pada pelaksanaan UNBK di hari ke tiga dan ke empat.

Salah satu siswa SMAN 7 Bekasi, Sopyan Adi mengaku dirinya termasuk satu dari 120 anak yang terpaksa harus melakukan UNBK susulan pada 17 April mendatang. Hal ini karena server mengalami gangguan sehingga tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pada hari yang sama.

Menurut keterangannya, kendala terjadi pada salah satu lab sehingga menyebabkan siswa sesi 1, 2 dan 3 harus mengikuti ujian susulan. Kejadian serupa terulang pada pelaksanaan hari ke empat, yang menyebabkan 120 siswa tersebut baru bisa mengikuti ujian susulan sekitar pukul 15.30 WIB.

“Hari ketiga dan keempat agak terganggu karena server mengalami gangguan, kami yang ada di lab 3 terpaksa harus susulan semua, termasuk sesi 1, 2 dan 3. Susulan sekitar tanggal 17 April. Satu kelas terdiri dari 39 sampai 40 siswa jadi total yang ikut susulan sekitar 120 siswa. “ ujarnya.

Sementara itu Kepala Seksi (KASI) Pengawasan KCD Wilayah III Provinsi Jawa Barat Mawar, membenarkan adanya kejadian tersebut namun ia mengatakan belum menerima laporan terkait siswa yang harus mengikuti ujian susulan karena gangguan server dalam pelaksanaan UNBK tahun ini.

“ itu dari pusatnya, mungkin gangguan dari pusat untuk server tertentu. Total 5 sekolah yang melapor mengalami gangguan server mayoritas di wilayah timur dan utara. Tidak ada yang laporan susulan gara-gara itu, ada juga yang laporan susulan karena sakit dan orang tuanya meninggal, “ ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kota Bekasi, dinilai belum maksimal. Hal ini karena terkendala pemenuhan perangkat komputer yang masih banyak ditemukan di tingkat SMA/SMK.

Para siswa terpaksa masih harus ada yang menumpang ke sekolah lain untuk melaksanakan ujian tersebut. Meski begitu, sekolah swasta di Kota Bekasi diyakini lebih siap melaksanakan UNBK secara mandiri atau telah memiliki ketersediaan perangkat komputer di sekolahnya.

“‎Secara keseluruhan, jika dilihat dari kesiapan pelaksanaan UNBK, sekolah swasta lebih siap ketimbang sekolah negeri,” ujar Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauli belum lama ini.

Berdasarkan data, sambung Ayung, sebanyak 75 persen SMA sudah dapat mengelar UNBK secara mandiri. “Sisanya, masih menumpang di sekolah lain,” tutur dia.

Sementara itu, katanya, pelaksanaan UNBK tingkat SMA negeri dan swasta sudah mencapai 99 persen,”Namun, emang masih kekurangan komputer sehingga menumpang ke tempat lain,” imbuh Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Inayatullah.

Inay mengaku jika Kota Bekasi sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Barat, untuk memperbanyak sarana komputer di tingkat SMA/SMK. Namun, hasilnya tetap tidak maksimal dan dengan terpaksa masih ada siswa yang harus menumpang ujian di sekolah lain.

Sedangkan, untuk pelaksanaan UNBK tingkat SMP negeri dan swasta sudah mencapi 75 persen dari 215 total jumlah SMP negeri dan swasta di Kota Bekasi. Pihaknya, kata dia, menganggarkan dana Rp37 miliar untuk pengadaan 5.020 unit komputer di jenjang SMP negeri dan swasta namun hingga kini, penyerapan dana tersebut tidak terealisasi. (cr38/kub/gob)

Related Articles

Back to top button