Metropolis

Hilangkan Trauma Korban Persekusi

Radarbekasi.id – Pemkot Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) memantau kondisi psikologis korban persekusi, AJ (12) di Harapan Jaya, Bekasi Utara. Selain itu, DPPPA juga akan memberikan bimbingan konseling.

Kasie Perlindungan Khusus Anak pada DPPPA Kota Bekasi, Mini mengatakan, perkembangan kondisinya akan ditunggu selama satu minggu dengan harapan ada peningkatan. Pasalnya, sampai dengan kemarin, AJ masih belum sekolah karena malu.

Apabila dalam kurun waktu satu pekan belum ada perubahan, pihaknya berencana untuk merujuk ke Psikolog di Kampus Unisma Bekasi. “Insya Allah, kalau dijalani ini dari hati paling dalam, bisa melupakan kejadian-kejadian, Insya Allah nggak lama. Jadi tergantung anaknya juga. Kita tetap mendukung, AJ harus tetap sekolah,” katanya, Senin (16/4).

Menurutnya, kondisi AJ berangsur membaik dibandingkan saat pertama kali ia bertemu saat visum. “Kita melihat perkembangan korban, bagaimana anak ini harus bisa menghilangkan benar, pokoknya traumanya itu kita hilangkan,” tuturnya.

Dirinya berharap supaya peristiwa persekusi yang terjadi di Harapan Jaya tidak kembali terulang dan tidak terjadi di lokasi lain.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Aris Setiwan mengaku miris dengan kondisi AJ. Ia berharap supaya anak tersebut bisa segera bersekolah.

“Terlepas tuduhan pencurian, anak – anak kita masih punya masa depan, tampak permasalahan kurang pahamnya orang terhadap pidana persekusi, ini juga baru tuduhan dan tim kami sudah masuk ke polisi, meskipun informasi terakhir sudah ditetapkan tersangka ini bisa jadi pembelajaran,” ucap Aris.

Terkait dengan proses hukum, ia berharap supaya diteruskan karena kejahatan kepada anak sangat ditakutkan.(neo)

Related Articles

Back to top button