Politik

KPU Optimis Tak Ada Suket Palsu

Radarbekasi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Belasi optimis Surat Keterangan (Suket) pengganti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) tidak mudah dipalsukan. Suket bisa digunakan sebagai syarat memilih dalam Pilkada 2018 meski dikhawatirkan rentan dipalsukan.

“Rentan dipalsukan, tapi kan sampai sekarang tidak ada temuan Suket palsu,” kata Komisioner KPU Divisi Perencanaan dan Data, Syafrudin, Senin (16/4) .

Ia menuturkan, meski menggunakan Suket, para pengguna tetap harus melalui prosedur perekaman KTP-el. Menurutnya, mekanisme pembuatan Suket sama dengan KTP-el.

“Jangan dibayangkan secarik kertas asal-asalan,” tuturnya.

Syafrudin menjelaskan, Suket yang dimaksud dalam UU Pilkada adalah Suket yang diperoleh melalui mekanisme perekaman KTP-el yang telah ditentukan.

Untuk mendapat Suket masyarakat tetap harus datang ke kantor kelurahan untuk di foto dan pengambilan sidik jari.

“Tetapi mungkin setelah perekaman ada kendala teknis seperti tidak ada blanko, dan masalah lainnya,” jelas Syafrudin.

Sementara itu, penggunaan Suket sebagai pengganti KTP elektronik saat pencoblosan nanti, dikhawatirkan banyak dipalsukan dan disalahgunakan.

Ade Sofyan, warga Taman Wisma Asri RT 06/014, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengatakan jika Suket pengganti KTP-el sebagai syarat pemilih sangat rentan dipalsukan.

“Itu bahaya kalau suket bisa masuk sebagai syarat pemilih, karena rentan dipalsukan,” kata Ade Sofyan, Senin (16/4).

Dengan begitu, ia mengatakan jika Pilkada tahun 2018 ini sangat rentan disusupi pemilih siluman (pemilih luar daerah) yang masuk ke kabupaten/kota tak terkecuali di Bekasi.

“Bisa saja Suket di-scanning oleh orang-orang luar daerah yang merupakan simpatisan partai pendukung pasangan calon. Ini bahaya, jangan sampai nanti di Kota Bekasi seperti itu,” katanya. (sar)

Related Articles

Back to top button