Berita Utama

Gagal di SNMPTN, Bisa Masuk ke PTN

Radarbekasi.id – Ribuan siswa SMA dan SMK di Kota Bekasi, menanti dengan penuh harap agar diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihannya, kemarin. Pasalnya, kemarin merupakan pengumuman hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2018.

“Saya gak masuk SNMPTN nya karena nilai saya kurang dari kriteria yang ditentukan, sesal siswi kelas 12 jurusan IPA SMAN 2 Kota Bekasi saat ditemui oleh Radar Bekasi ditengah kesibukannya disekolah, kemarin.

Namun Nabil tidak kehabisan cara untuk masuk kedalam PTN favorit nya. Dia mengaku akan mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang akan dilaksanakan pada 8 Mei 2018 mendatang.

Nabil beranggapan bahwa SBMPTN lebih fair jika dibandingkan dengan SNMPTN. Pasalnya kompetisi masuk pada SBMPTN didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa pada hari itu yang telah dipersiapkan pada hari sebelumnya.

Hal ini tentu berbeda dengan SNMPTN yang menyeleksi berdasarkan pada nilai rapor, nilai UN, dan prestasi yang dimiliki oleh setiap siswa. Disamping komponen penilaian itu, komponen yang tidak diketahui khalayak luas adalah indeks sekolah dan prestasi alumni. Tentu berbeda dengan SBMPTN yang diperhitungkan dari nilai hasil ujian tertulis masuk PTN.

Ditempat yang sama siswa kelas 12 SMAN 2 Kota Bekasi Henry mengaku, menjadi salah satu siswa yang lolos mengikuti SNMPTN. “Saya bisa masuk SNMPTN tapi belum tau nih kampus mana yang diterima, saya pilih UI dan ITB. Soalnya pengumumannya baru besok “ tegasnya saat ditemui disekolah pada selasa (17/4).

Sementara itu, siswa yang tidak lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2018, tetap memiliki peluang menempuh pendidikan di universitas negeri. Caranya dengan mengikuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri alias SBMPTN atau ujian mandiri di masing-masing kampus.

Selain itu, siswa juga bisa melajutkan pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS) yang tersebar di penjuru Indonesia. “Ada 4.570 perguruan tinggi. Masih banyak peluang,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir.

Namun, Nasir meminta siswa dan orang tua mengecek status dan legalitas perguruan tinggi yang diminati. Dia menjelaskan, masyarakat bisa mengecek status kampus yang dituju melalui pangkalan data pendidikan tinggi Kemenristekdikti.

Akses ke pangkalan data bisa melalui laman forlap.ristekdikti.go.id. Masyarakat bisa melihat status perguruan tinggi di dalam pangkalan data itu, apakah kampus berstatus aktif atau sedang dalam pembinaan. ’Kalau pilih perguruan tinggi yang baik, silakan cek (pangkalan data),’’ tutur Nasir.

Sementara itu, pengumuman kelulusan SNMPTN 2018 dilakukan Selasa (17/4) sore ini pukul 17.00 Wib.
Sebanyak 110.946 siswa dinyatakan lulus SNMPTN 2018. Mereka tersebar di 85 PTN.

Menurut Ketua Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) PTN Ravik Karsidi, tahun ini ada 586.155 siswa yang mendaftar SNMPTN. Yang lulus sekitar 18,93 persen dari total pendaftar. “Dari jumlah 110.946 siswa yang lulus, sudah termasuk 28.069 siswa dari peserta Bidikmisi,” ujar Ravik dalam konferensi pers pengumuman hasil seleksi SNMPTN 2018 di Jakarta, Selasa (17/4).

Dia menyebutkan, daya tampung PTN tahun ini 340.667 calon mahasiwa baru. Yang terisi lewat SNMPTN sebanyak 110.946 orang. Sisanya lewat Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dan seleksi mandiri.
“110.956 calon mahasiswa baru yang sudah diterima ini akan kami umumkan serentak hari ini pukul 17.00 wib,” tandasnya. (cr38/jpnn)

Related Articles

Back to top button