Metropolis

Tangisan Terdakwa Tak Menyurutkan Tuntutan JPU

Radarbekasi.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) bergeming dengan pembelaan para terdakwa pembunuhan Muhammad Al Zahra alias Zoya. Isak tangis mereka dalam sidang beragenda pledoi pekan lalu, nyatanya tak meluluhkan hati jaksa meminimalkan tuntutan dakwaan kemarin.

JPU Kejari Cikarang, Muhamad Ibnu Fajar bersikukuh tetap mempertahankan tuntutannya pada para terdakwa sesuai sidang sebelumnya. Tuntutan JPU itu, terdakwa Rosadi dituntut 12 tahun penjara, Najibulah 11 tahun penjara, Zulkafi 11 tahun penjara, Aldi 11 tahun penjara, Subur 11 tahun penjara dan Karta dituntut 10 tahun penjara.

Ibnu mengatakan, pihaknya tetap mempertahankan tuntutan kepada enam orang terdakwa kasus tersebut, termasuk dengan Zulkafi yang hanya berperan menendang Zoya.

“Kalau dalam perspektif kami, ini Pasal 170, Pasal 170 itu adalah tindak pidana yang dilakukan bersama-sama, maka pertanggungjawabannya juga kolektif, karena perbuatannya adalah perbuatan kolektif,” katanya, Selasa (17/4).

Dia menyatakan, semua terdakwa memiliki pola pikir yang sama. Yaitu, kata dia, geram akibat perbuatan Zoya. ’’Perbuatan atas terdakwa maka pertanggungjawabannya juga kolektif,” tambahnya.
Ibnu berharap supaya majelis hakim mempertimbangkan hal itu dan mengambil keputusan yang seadil-adilnya. “Tidak hanya bagi terdakwa tapi juga bagi korban,” tandasnya.

Pada sidang sebelumnya, Selasa (10/4), terdakwa Zulkahfi, tidak dapat menahan air matanya saat membaca nota pembelaan di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Bekasi.

Ia menyesali perbuatannya. Karena membuat keluarganya malu dan sedih. “Terlebih peran saya sangat penting dalam keluarga, ayah saya sudah sakit, saya harus bertanggung jawab kepada kedua adik saya,” katanya sambil menangis.

Demikian juga dengan terdakwa Rosadi. Ia juga menyesal. Ia berharap hakim dapat mempertimbangkan putusan hukum yang akan dijatuhkan kepadanya.

’’Saya punya anak dan istri, sesuai kewajiban saya sebagai tulang punggung keluarga, dan membesarkan satu orang putra empat tahun yang butuh bimbingan saya, dan kewajiban menghidupi keluarga saya,” katanya. (neo)

Related Articles

Back to top button