Berita Utama

Sewa Komputer Dua Hari Rp9 Juta

Sekolah Pinjam Laptop ke Wali Murid

Radarbekasi.id – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP tinggal menghitung hari. Sesuai jadwal, Computer Based Test tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 23 hingga 26 April mendatang.

Kendati demikian, tidak seluruh sekolah memiliki perangkat komputer yang memadai. Pihak sekolah terpaksa meminjam laptop milik orang tua siswa. Seperti yang dilakukan oleh SMPN 28 Bekasi. Secara teknis, sekolah yang berada di kecamatan Jatisampurna ini sudah siap melaksanakan UNBK.

“Kami sudah siap melaksanakan UNBK. Kami juga maksimalkan kontribusi dari orang tua siswa untuk mensukseskan UNBK, yakni dengan meminjam laptop”, tegas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 28 Bekasi, Raden Darul Ulum.

Dia mengaku, jumlah perangkat komputer yang dimiliki sekolah yakni sebanyak 50 unit. Jumlah tersebut tidak mencukupi kebutuhan siswa yang akan mengikuti UNBK sebanyak 344 peserta, “Masih sangat kurang jumlahnya”, imbuhnya.

Menurut pengakuan Darul Ulum, sekolahnya sempat menyewa perangkat komputer saat simulasi UNBK beberapa waktu lalu. Masing-masing perangkat yang tersedia pada saat simulasi terdiri dari 50 unit komputer sekolah, 50 unit partisipasi dari orang tua dan 30 unit komputer hasil sewa.

“Waktu simulasi kita sewa 30 unit komputer. Setiap unit kalau satuan kita butuh dana Rp85 ribu per harinya. Sedangkan saat simulasi kita sewa paketan jadi Rp300 ribu. Jadi, untuk dua hari total kita habiskan dana Rp9 juta“ jelasnya.

Untuk memenuhi biaya sewa komputer tersebut, SMPN 28 Bekasi memanfaatkan dana BOS pusat. Darul mengaku nekat menjalankan UNBK kali ini. Karena hingga saat ini pihaknya baru memiliki 50 unit komputer. Sedangkan pengajuan 40 perangkat komputer belum disetujui oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, di tempat yang sama Proktor SMPN 28 Kota Bekasi, Maman Firmansyah mengatakan, “SMPN 28 memiliki 3 server dan satu server cadangan untuk pelaksanaan UNBK, proses sinkronisasi akan buka pada hari jumat pekan ini sinkronisasi dimulai hari jumat”, tegasnya.

Terpisah, Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengakui tidak memiliki perangkat komputer yang cukup untuk melaksanakan UNBK pekan depan. Salah satu cara yang akan dilakukan yakni dengan meminjam komputer ke sekolah SMA yang sudah melaksanakan ujian, “Kami akan pinjam komputer,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan, Kota Bekasi, Inayatullah belum lama ini.

Menurut Inay, pemerintah tahun ini menargetkan UNBK 100 persen bagi sekolah negeri, sedangkan untuk SMP swasta ditargetkan mencapai 75 persen. Kendala utama UNBK adalah ketersediaan komputer. Anggaran pembelian ribuan komputer Rp34 miliar sampai hari ini belum terserap di bagian perlengkapan. “Terakhir ada masalah spesifikasi, sehingga konsultasi dengan Kementerian,” ujar Inay.

Agar target dapat terealisasi, instansinya akan meminjam ke Sekolah Menegah Atas (SMA) maupun kejuruan baik negeri maupun swasta, serta orang tua murid. Menurut Inay, dari hasil pemetaan, ada 15 sekolah negeri yang bisa mandiri melaksanakan ujian nasional berbasis komputer.

Itu pun harus mencari komputer tambahan dengan meminjam ke orang tua murid, sebab yang tersedia hanya sekitar 13 persen dari total kebutuhan minimal 120 unit. “Ada kesepakatan dengan komite, kami bertanggung jawab dengan computer pinjaman,” kata dia.

Inay mengatakan, peminjaman komputer ke sekolah lain bukan berarti sekolah penyelenggara mengambil komputer dari sekolah yang dipinjam. Menurut dia, peserta menumpang ujian ke sekolah yang dipinjam komputernya. Adapun jumlah sekolah negeri yang belum bisa mandiri berjumlah 28. “Komputer akan diatur sesuai dengan kebutuhan,” tandasnya. (cr38/kub/gob)

Related Articles

Back to top button