Berita Utama

140 Sekolah Ujian Kertas Pensil

UNBK SMP Dimulai Hari ini

Radarbekasi.id – Ujian Nasiolan Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP secara serentak dilaksanakan hari ini. Meskipun pemerintah diwajibkan melaksanakan ujian berbasis komputer, namun di Kota Bekasi ada 140 sekolah masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

Di Kota Bekasi, ada sebanyak 31.706 siswa yang akan menghadapi UN, diantaranya 9.588 siswa masih ujian dengan kertas pensil (UNKP). Mereka berasal dari 140 sekolah swasta.”Kalau untuk sekolah negeri sudah UNBK semuanya,”kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Bekasi Samsu.

Dia mengaku, untuk soal UNKP sudah datang sejak tanggal 20 April lalu, yang dipusatkan di SMPN 2 Kota Bekasi. Soal tersebut, langsung didistribusikan ke Sub-sub rayon. Nantinya, masing-masing sekolah akan mengambil ke sub rayon tersebut.

Soal UNKP nampak dijaga dengan ketat oleh panitia UN dan MKKS SMP Kota Bekasi, ruangan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan naskah UNKP dibatasi dengan tali plastik untuk tidak didekati oleh siapapun kecuali panitia dan anggota MKKS SMP yang berjaga di depan ruangan.

Dari 123 SMP Negeri dan Swasta yang melaksanakan UNBK, terdapat 39 sekolah yang masih menumpang untuk menyelenggarakan UNBK sedangkan 84 sekolah lainnya sudah melaksanakan UNBK secara mandiri tahun ini.

Sementara itu terspisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengaku, sejumlah SMP di Kota Bekasi terpaksa meminjam unit komputer untuk pelaksanaan UNBK tahun ini. karena, keterbatasan unit komputer yang ada.

Menurutnya, kendala utama UNBK adalah ketersediaan komputer. Anggaran pembelian ribuan komputer Rp34 miliar sampai hari ini belum terserap di bagian perlengkapan,“Terakhir ada masalah spesifikasi, sehingga konsultasi dengan Kementerian,” ujar Inay.

Agar target dapat terealisasi, instansinya akan meminjam ke Sekolah Menegah Atas (SMA) maupun kejuruan baik negeri maupun swasta, serta orang tua murid. Itu pun harus mencari komputer tambahan dengan meminjam ke orang tua murid, sebab yang tersedia hanya sekitar 13 persen dari total kebutuhan minimal 120 unit.

“Ada kesepakatan dengan komite, kami bertanggung jawab dengan komputer pinjaman,”kata dia.
Inay mengatakan, peminjaman komputer ke sekolah lain bukan berarti sekolah penyelenggara mengambil komputer dari sekolah yang dipinjam. Menurut dia, peserta menumpang ujian ke sekolah yang dipinjam komputernya. (cr38)

Close