Politik

Legend Persipasi Curhat ke Nur Supriyanto

Radarbekasi.id – Nama Persipasi Kota Bekasi sempat terkenal di Piala Suratin. Bahkan pernah menjuarai Piala Suratin lima kali berturut-turut.

Hal ini diungkapkan Ben Ismed, mantan pemain Persipasi. “Dari kecil kita kenal Bekasi dari sepakbola.
Nama Bekasi dikenal ketika menjuarai Piala Suratin lima kali berturut,-turut” kata Ismed saat audiensi dengan Calon Wali Kota Bekasi Nur Supriyanto di Kantor DPD PKS Kota Bekasi, Kamis (19/4) malam.

Ia mengatakan sempat senang ketika membaca berita dengan judul, ‘Hore! Persipasi akan dibangkitkan oleh Nur Supriyanto’.

“Saat membaca itu, saya jadi ingin ganti wali kota. Kemarin ribut-ribut ganti presiden, kenapa enggak sekalian ganti wali kota,” katanya.

Menurutnya, ia miris dengan Persipasi. Dulu Persipasi bisa memenangkan Piala Suratin. “Sekarang masuk liga tiga, bahkan bingung dalam membiayai pemain,” katanya.

Begitu juga dengan, Umar Alatas pelatih legendaris Persipasi mengungkapkan kebingungan ketika ia diminta menyiapkan tim Persipasi dalam waktu dua belas hari, pada 3 Mei 2018 nanti.

“Saya suruh siapkan tim hanya 12 hari untuk divisi 3. Saya tanya caranya gimana? modal mourinho sepuluh orang enggak bakalan sanggup,” katanya.

Karena waktunya hanya 12 hari, kata Umar, saya ambil cabutan dari tarkam. “Ketika pemain sudah terkumpul, saya kebingungan lagi. Bagaimana menggaji mereka. Saya putuskan sementara pakai gaji pemain tarkam saja,” tutur mantan pemain Persipasi ini.

Hamdan, mantan pemain Persipasi juga mengungkapkan hal yang sama soal permasalahan Persipasi. “Sedikit saya menangkap, kebetulan Persipasi ini tanggal 3 kick off. Dalam 12 hari ini kita ambil pemain asal. kalau bener-bener bapak peduli dengan Persipasi tanggal 3 nanti, tolong bapak bantu kami,” katanya.

Ia menyatakan sangat miris melihat Persipasi sekarang ini. Buktinya, ada pemain Persipasi mengamen di jalanan. “Coba pemerintah kemana? saya miris pak,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan bagaimana akan menggaji para pemain untuk kick off di tanggal 3 nanti. “Ini kami kebingungan anggaran. Untuk satu pertandingan saja, lima juta untuk dua puluh dua pemain. Itu belum termasuk bayar pelatih,” katanya.

Padahal jika secara profesional, kata Hamdan, tidak seperti itu. “Pastinya harus ada kontrak dengan pemain,” katanya. (pay)

Related Articles

Back to top button