Berita Utama

Ribuan Karyawan Meikarta Siap Geruduk Istana Negara

Hari Ini Lakukan Aksi di Kantor Pemasaran

Radarbekasi.id – Ribuan karyawan tenaga pemasaran (marketing) Meikarta, kembali akan menggeruduk dengan melakukan aksi demontrasi di kantor Marketing Gallery Meikarta, di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dengan tuntutan pembayaran gaji.

Pasalnya, ribuan marketing Meikarta yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek), belum menerima gaji selama tiga bulan.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demontrasi, Bagus membenarkan, pihaknya akan menggeruduk kantor manajemen Meikarta dengan tuntutan pembayaran gaji.

”Untuk aksi demo ini, kami sudah memberitahukan dan berkomunikasi dengan pihak kepolisian, mulai dari Polres Metro Bekasi, Polda Metro Jaya hingga Mabes Polri, termasuk mengirimkan surat. Tujuannya, agar aksi demo yang kami lakukan tidak dianggap melanggar dan dihalang-halangi,” kata Bagus.

Dijelaskan Bagus, untuk Senin (23/4), (hari ini,red), pihaknya akan menggeruduk kantor margeting Meikarta. “Namun untuk hari Rabu (25/4), kami akan berorasi di depan Istana Negara,” terang Bagus.

Lanjut Bagus, untuk aksi demo di kantor pemasaran Meikarta, jumlah belum bisa disampaikan berapa banyak yang akan hadir. Tapi dari hasil komunikasi pihaknya dengan beberapa marketing, semua karyawan yang belum digaji akan hadir. Adapun marketing Meikarta se Jabodetabek, jumlahnya mencapai ribuan orang.

”Saya harap, dalam hal ini pemerintah bisa turut andil untuk penyelesaian masalah hak karyawan yang belum menerima gaji, karena kami ini juga Warga Negara Indonesia yang perlu diperhatikan. Tentu sebagai rakyat, kami juga perlu perhatian dari pemerintah, sebab gaji itu sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup kami untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Bagus.

Selain itu, sambung dia, apabila memang dari manajemen Meikarta tidak ada kepastian soal gaji ribuan marketing yang sudah bekerja dan mempromosikan serta menjual apartement Meikarta yang digembor-gemborkan bakal mengucurkan investasi Rp278 triliun, maka pihaknya akan mengadu ke Presiden Joko Widodo, agar mendapat perhatian.

”Investasi yang digembor-gemborkan oleh pihak Meikarta yang merupakan bagian dari Lippo Cikarang (Lippo Group,red), luar biasa. Karena sepanjang sejarah, baru Meikarta ini yang menanamkan investasi terbesar di Indonesia. Tentu sangat tidak berbanding apabila karyawannya tidak digaji, apalagi marketing itu kan ujung tombak perusahaan. Sebab kalau tidak ada marketing, lalu siapa yang akan menjual produk mereka?,” tanya Bagus.

Sementara itu, Direktur Komunikasi Publik Lippo Group, Danang K Jati, saat dimintai komentarnya terkait permasalahan gaji ribuan marketing Meikarta, dan akan melakukan aksi demontrasi lanjutan dengan tutuntan gaji, Danang enggan menjawab pesan singkat melalui Whatsapp dari Radar Bekasi, meskipun pesan tersebut sudah dibaca.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) M Hanif Dhakiri, berjanji akan mengecek masalah keterlambatan pembayaran gaji ribuan karyawan tenaga pemasaran (marketing) Meikarta.

Mega proyek yang merupakan bagian dari pengembangan Lippo Cikarang (Lippo Group,red) tersebut, sempat menggembor-gemborkan bakal menggelontorkan invetasi sebesar Rp278 triliun untuk proyek tersebut. Akan tetapi, selain izin lahan masih bermasalah, ditambah lagi gaji ribuan karyawan belum dibayar.

“Ini sudah pelanggaran, tidak boleh ada keterlambatan upah. Coba nanti saya cek. Gaji itu merupakan hak pekerja, dan saya akan cari tahu terlebih dahulu apa permasalahannya,” janji Hanif, saat menghadiri dialog sosial hubungan industrial dengan pekerja, di Hotel Holiday Inn Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (17/4).

Ia mengatakan, pemberi kerja wajib membayar upah para pekerjanya seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah. Pada pasal 8 pengusaha wajib untuk membayar upah kepada buruh yang bersedia melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan.

Selain itu, dalam pasal 31, pengusaha yang melanggar ketentuan Pasal 3, Pasal 5 ayat (1), Pasal 6 ayat (1), ayat (2), ayat (4), dan Pasal 8 dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp100.000,-

“Nggak boleh tak membayar upah, kalau belum bisa membayar, harus ada persetujuan dari karyawan, itu hak pekerja. Mereka juga bisa menuntut. Pada PP No 8 tahun 1981, keterlambatan pembayaran upah dikenakan denda, sekian persen,” tegas Hanif.

Pada hari yang sama, puluhan karyawan marketing Meikarta kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan pembayaran gaji. Meski sempat diterima oleh pihak kuasa hukum dan HRD Meikarta, namun para karyawan tersebut tidak mendapat kepastian kapan gaji mereka akan dibayar.

Mediasi antara karyawan dengan kuasa hukum dan HRD Meikarta yang dijaga oleh aparat kepolisian, sempat terjadi adu mulut, namun tetap berjalan kondusif. Akan tetapi, puluhan marketing yang menghadiri mediasi tiba-tiba meninggalkan ruang mediasi, dan kembali melakukan aksi unjuk rasa di halaman Marketing Gallery Meikarta, seraya berteriak.’gaji gaji gaji’.

Salah satu perwakilan marketing Meikarta, Dedi mengancam, pihaknya akan terus berjuang untuk mendapatkan hak mereka kepada pihak manajemen Meikarta. Selain itu, jalur hukum juga akan ditempuh jika tidak ada niat baik dari pihak Meikarta.

”Ini sudah kedua kalinya kami melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan yang sama, yakni pembayaran gaji,” tukasnya.

Menurut Dedi, tanpa ada marketing, Meikarta tidak akan dikenal orang. Karena yang bisa menjual sebuah produk maupun apartemen, itu tugasnya marketing.

”Marketing itu ujung tombak sebuah perusahaan. Dan kami akan ambil jalur hukum serta melakukan somasi, sehingga hak (gaji) sekitar 400 marketing Meikarta asal Bekasi, serta ribuan yang ada di beberapa daerah yang belum dibayar, supaya bisa dipenuhi. Oleh sebab itu, kami para marketing sudah sepakat untuk berjuang mendapatkan gaji yang merupakan hak kami,” ujar Dedi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Edi Rochyadi mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan terkait adanya permasalahan gaji karyawan Meikarta yang belum dibayar. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close