Life StylePerbankan

Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Pasar Modal Berbasis Syariah

Radarbekasi.id – Pengetahuan masyarakat tentang pasar modal berbasis syariah di Indonesia, masih sangat rendah. Berbagai strategi pun disiapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat.

Hal itu sampaikan oleh Kepala Bagian Pengembangan Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Arif Mahfud, dalam acara Invest Talk Reksadana Syariah, Investasi Aman untuk Masa Depan, di Aula H.Nonon Sonthanie, Sabtu (22/4). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Bekasi bersama PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Menurut Arif, lembaganya telah memiliki strategi untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pasar modal berbasis syariah di Indonesia.

“Stategi ini sudah ada dalam roadmap OJK,” terang Arif.

Strategi itu diantaranya, penguatan infrastruktur hukum, produk dan sumber daya manusia (SDM). Selain itu, OJK juga akan masif melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Selama ini peran BUMN belum terlalu optimal. Pengetahuan dari pengambilan keputusan saat ini masih melihat jangka pendeknya. Mereka juga masih nyaman dengan produk konvensional,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Director & Chief of Legal, Risk & Compliance PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Justitia Tripurwasani, menerangkan, Bekasi memiliki potensi yang cukup besar. Hal itu berdasarkan data yang dimiliki oleh MES dan MAMI.

“Yang lebih mengetahui karakteristik masyarakat Bekasi adalah MES. Menurut MES, potensi disini cukup besar. Dari sisi Manulife, kita punya facebook, dan instagram, ini memang besar sekali yang memfolow kita. Mereka tidak hanya melihat tetapi aktif untuk berinteraksi,” tuturnya.

Lanjut Justitia, Bekasi menjadi kota pertama terselenggaranya Invest Talk, sebagai tindak lanjut kerjsama keduanya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk-produk pasar modal yang pengelolaannya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Dikatakannya, seiring dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat, maka secara perlahan mulai muncul kebutuhan untuk menyimpan maupun mengembangkan dananya di produk-produk yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

“Namun sayangnya, karena minimnya tingkat pengetahuan finansial, masih ada saja anggota masyarakat kita yang terjebak investasi bodong, yang terkadang berkedok agama,” sesalnya.

Selain itu, sambung Justitia, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK), tingkat literasi pasar modal syariah di Indonesia sangat rendah, hanya 0,02 persen dan tingkat inklusi/penggunaannya hanya 0,01 persen.

Ia pun berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal syariah. Selain itu diharapkan, tingkat penggunaan produk pasar modal syariah, terutama reksa dana syariah, dapat meningkat.

“Reksa dana syariah merupakan produk investasi di pasar modal yang aman, terjangkau, dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, cukup dengan dana investasi minimum Rp10 ribu,“ tukasnya.

Sekretaris MES Kota Bekasi, Mohammad Asmawi menambahkan, ada dua tipe market di wilayahnya. Pertama, emosional market yakni investor yang hanya ikut-ikutan ketika ada masyarakat dilingkungannya berinvestasi. Kedua, rasional market, investor yang terlebih dulu memikirkan keuntungan, kerugian, dan regulasi sebelum berinvestasi.

“Kami akan mendorong rasional market, agar masyarakat tidak terjebak kepada investasi yang bodong,” pungkasnya. (oke)

Related Articles

Back to top button