Berita Utama

UNBK 3 SMP Negeri Ngaret

Radarbekasi.id Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di Kota Bekasi ngaret dari jadwal yang ditentukan. Jaringan komputer mengalami kendala teknis hingga pelaksanaan ujian molor hingga satu jam lebih.

Salah satunya dialami peserta UNBK di SMPN 9 Kota Bekasi. Seharusnya, UNBK di sekolah yang berada di Jatiasih itu dimulai pukul 07.30 WIB. Tapi, karena gangguan teknis pada jaringan komputer menyebabkan UNBK baru dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Staf Bidang Kurikulum SMPN 9 Kota Bekasi Sri Maslaini mengakui ada masalah dalam jaringan server peserta. Meski begitu, dia mengklaim telah berkoordinasi dengan para wali kelas dan siswa peserta kalau ada masalah server.

’’Alhamdulillah mereka sudah menyampaikan masalah tersebut ke siswa karena mundurnya waktu karena masalah server,’’ ujarnya.

Menurut Sri, Kota Bekasi terkena efek dari server pusat yang sempat bermasalah. Tepat pukul 09.00 pelaksanaan UNBK di SMPN 9 Kota Bekasi baru dapat dimulai.

Di SMPN 1 keterlambatan konektivitas jaringan berlangsung selama lima menit. Alhasil, UNBK baru dimulai pukul 07.35.

’’Pelaksanaan UNBK hari pertama ini lancar. Memang agak telat sedikit karena luring (offline) selama lima menit. Seharusnya kita mulai pukul 07.30 tapi kita baru bisa mulai pukul 07.35. Kita pakai empat ruangan sebanyak tiga sesi,’’ ungkap Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Indri Hastuti.

Pelaksanaan UNBK kemarin diwarnai dengan kondisi cuaca hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kota Bekasi sejak dini hari. Namun hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Kota Bekasi tidak menyurutkan semangat siswa kelas 9 melaksanakan UNBK tingkat SMP hingga Kamis (26/4) mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie membenarkan jaringan server sejumlah sekolah pelaksanan UNBK mengalami gangguan. Hal itu disebabkan karena gangguan pada server yang  berada di Jakarta.

Ia menjelaskan, ada beberapa perangkat komputer yang tidak terkoneksi. “Ada beberapa komputer yang belum login, jadi semuanya disepakati bareng-bareng,” kata dia di Bekasi, Senin (23/4).

Meski begitu, kata dia, secara umum pelaksanaan UNBK di Kota Bekasi berjalan lancar. Batas waktu dua jam untuk pelaksanaan UNBK tetap dipenuhi. “Jadi pada prinsipnya nggak ada masalah, hak anak itu selama dua jam ya dua jam,” ucapnya.

Ali mengungkapkan, sebelum dilakukannya UNBK, siswa sekolah negeri sudah melakukan ujian try out berbasis komputer.

Dia berharap supaya siswa tidak khawatir dan tetap fokus dalam mengerjakan ujian. “Simulasi kita kan sudah lebih dari dua kali. Mereka juga pada saat ulangan-ulangan kan menggunakan sistem komputerisasi,” tutupnya.

Meski sejumlah sekolah mengalami kendala jaringan komputer, masih banyak sekolah yang tampak lancar-lancar saja menjalani proses UNBK. Pj Wali Kota Ruddy Gandakusumah saat menyambangi SMPN 4 bersama Kabid Dikdas Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar, mengapresiasi pihak sekolah yang berhasil menyelenggarakan UNBK dengan baik.

’’Saya lihat disini ada menara pemancar sinyal internet. Ini harus kita apresiasi karena tentunya ini dapat meminimalisir kendala-kendala tehnis dalam pelaksanaan UNBK oleh anak-anak,’’ ujar Ruddy didampingi juga oleh Kepsek SMPN 4 Kota Bekasi Sri Mulyani.

Terpisah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta maaf atas  kendala yang terjadi pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP di hari pertama.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso menjelaskan, kendala tersebut berupa gangguan server di beberapa daerah yang mengakibatkan terjadinya penundaan ujian sekitar satu jam.

“Kami meminta maaf atas adanya gangguan server pada pelaksanaan UNBK hari ini yang mengakibatkan tertundanya pelaksanaan ujian beberapa menit,” kata Ari di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/4).

Gangguan yang terjadi, lanjut Ari, terjadi di server pusat. Sehingga, Kemendikbud memberikan beberapa pilihan solusi untuk sekolah-sekolah yang terdampak. Seperti, jadwal ujian dimundurkan, menambah sesi ujian, atau ikut serta dalam ujian susulan.

“Prinsipnya ini tidak berakibat fatal dalam ujian, karena waktu pelaksanaan ujian dapat dimundurkan. Misalkan gangguan terjadi 30 menit, maka ujian dapat dimundurkan 30 menit juga. Intinya siswa tidak boleh dirugikan,” jelasnya.

Lebih lanjut Ari menjelaskan, wilayah Indonesia yang paling banyak mengalami gangguan adalah wilayah bagian Barat. Karena pada saat bersamaan terjadi antrean yang sehingga menjadi tersendat.

“Kita memang belum bisa mengidentifikasi berapa sekolah yang terkena masalah itu, karena harus sekolah yang melaporkan ke kita. Cuman memang mereka tidak lapor karena masalahnya sudah terselesaikan,” ujar Ari.

Lebih jauh dijelaskan Ari, wilayah Barat menjadi wilayah terakhir yang memulai UNBK, setelah sebelumnya wilayah Timur dan Tengah. Sehingga, dikarenakan wilayah Barat juga diikuti paling banyak peserta, server pun overload.

“Sebetulnya hanya beberapa daerah saja. Itu juga tergantung sekolahnya, misal ada 5 server itu hanya 1 problem yang lainnya enggak masalah,” turur Ari.

Terkait daerah mana saja yang mengalami masalah tersebut, Ari mengaku, pihaknya masih terus melakukan identifikasi untuk perbaikan ke depan. Untuk sekarang semua sudah lancar tertangani.

“Tadi rata-rata gangguan gak lebih dari sejam lah ya, langsung ditemukan solusinya,” terangnya.

Ari juga berharap, dengan adanya kendala pada pelaksanaan ujian hari pertama, para siswa peserta ujian tidak resah dan tetap konsentrasi.

“Kepada para siswa peserta ujian, jangan resah dan tetap konsentrasi, serta fokus pada pelaksanaan ujian. Kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik dalam pelaksanaan ujian nasional,” pungkasnya. (cr38/neo/rgm/JPC)

Related Articles

Back to top button