Metropolis

Syarat Harus Yang Memiliki Usaha

Program Kredit Tanpa Bunga Desa Tridaya Sakti

Radarbekasi.id – Pemerintah Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memastikan program kredit tanpa bunga akan terus berjalan. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Tridaya Sakti, Suwardi Wada kepada lepada Radar Bekasi, Selasa (24/4).

“Program kredit tanpa bunga masih tetap berjalan. Dan kita usahakan tetap ada program itu,” jelas Suwardi Selasa kemarin.

Program itu, kata Suwardi, merupakan program yang positif untuk meningkatkan perekonomi kerakyatan. Karena, dengan cara kredit ke pihak desa, warga yang membutuhkan bantuan dana untuk membesarkan usahanya, tidak perlu takut akan adanya bunga. “Yang terpenting itu program ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Program kredit tanpa bunga Desa Tridaya Sakti ini dikhususkan untuk para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di lingkungan desa. Diharapkan dapat membantu pelaku usaha yang membutuhkan modal tambahan.

“Kita selektif dalam memberikan pinjaman. Ada tim survey juga dikhususkan warga yang sudah mempunyai usaha. Apapun usahanya akan kita bantu. Tapi kita lihat progresnya gimana,” katanya.

Program kredit tanpa bunga ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sekretaris BUMDes, M Rafli menjelaskan, program sejak tahun 2016 ini sudah melayani ratusan warga.

Ia juga mengatakan bahwa nominal pinjaman yang diberikan beragam, dari Rp1juta ataupun lebih, tegantung kebutuhan modal yang dibutuhkan. Dikatakan Rafli, pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan usaha.

“Kan sebelum mendapatkan pinjaman itu, kita lakukan survei terlebih dahulu melihat kebutuhan. Kalau memang usahanya mumpuni kredit akan disesuaikan,” tuturnya.

Agar mencegah kredit macet, sambung Rafli, pihaknya sudah mempunyai standar prosedur untuk mengantisipasi hal tersebut seperti itu (kemacetan). “Kita jemput bola. Mungkin ada warga yang sungkan untuk menyetor angsuran. Ya kita jemput angsurannya ke rumah warga. Kebanyakan sih yang pinjam itu pedagang kelontong dan sejenisnya. Ada juga usaha ternak lele,” tuturnya.

Ia mengaku hampir dua tahun berjalan ini tidak ada kendala berat. “Paling warga telat ngangsur. Tapi itu tidak masalah asalkan ada komunikasi,” tandasnya. (Cr37)

Related Articles

Back to top button