Berita Utama

Siswa Grahita Tidak Ikut UN

Radarbekasi.id – Peserta didik di sekolah luar biasa yang masuk dalam kriteria tunagrahita ringan dan sedang tidak dapat mengikuti Ujian Nasional 2018. Siswa penyandang tunagrahita dinilai “kurang” secara akademis dan sulit memahami soal. Demikian dikatakan Kepala Sekolah SLBN Bekasi Jaya Suherman.

Dia mengatakan, di Kota Bekasi ada dua SLB yang menyelenggarakan Ujian Nasional atau yang saat ini dinamakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yakni SLB Bagian A Tan Miyat dan SLBN Bekasi Jaya.

Di SLBN Bekasi Jaya bagian B dan C ini, di ikuti 8 siswa dari 21 siswa kelas 12. Karena, 13 siswa diantaranya merupakan siswa tuna grahita (c) sehingga tidak mengikuti UN melainkan hanya Ujian Ssekolah (US).

Menurutnya, standar soal untuk para siswa yang menyandang tunagrahita berbeda. Jenjang siswa tunagrahita ini hanya sampai pada ujian akhir sekolah, bukan UN. “Standar soal berbeda, jenjang kemampuannya juga berbeda,” kata

Dia mengatakan, di antara penyandang tuna lainnya, siswa penyandang tunagrahita masuk dalam golongan C dan C1 atau urutan terakhir. Untuk itu, standar soal ujiannya harus didominasi oleh gambar, bukan kata atau dalam kalimat.

“Soal saya ambil sejak hari minggu untuk 4 hari kemudian didistribusikan, besok saya antarkan kembali ke dinas pendidikan provinsi, “ ujar kepala sekolah SLBN Bekasi Jaya tersebut.

Sementara itu tumpukan soal dan lembar jawaban terlihat di sebuah ruangan SLB A Tan Miyat Bekasi timur.T erlihat petugas sedang menyalin lembar jawaban braile kedalam lembar jawaban computer yang telah diisi oleh siswa.

Sangat sulit untuk mengartikan lebar soal dan jawaban para siswa. Pasalnya SLB A Tan Miyat ini terdiri dari siswa tuna netra sehingga mengharuskan soal dan jawabannya menggunakan huruf Braille. Nampak 2 petugas sekolah sangat serius dalam menyalin jawaban siswanya.

Salah satu petugas Tata Usaha SLB A Tan Miyat Mochamad Gery Ginanjar mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti UN disekolah nya sebanyak 4 siswa. Pengawas ruangan terdiri dari dua guru dimana 1 guru pengawas silang dan satu guru sekolah yang bertugas membantu jika terdapat ketidak jelasan soal UN.“Tahun ini peserta ujian disekolah kita ada 4 siswa “ ujarnya saat ditemui usai pelaksanaan UN disekolahnya. (cr38)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button