Pendidikan

Soal Tidak Sesuai dengan Kisi-kisi

Radarbekasi.id – Pelaksanaan Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional berbasis Kertas Pensil (UNKP) tingkat SMP selesai, kamis kemarin. Sejumlah siswa pun mengaku lega telah menyelesaikan UNBK.

Seperti salah satu siswa SMPN 25 Kota Bekasi Debby Nur Khairunnisa. Dia mengaku, soal UNBK terbilang seimbang pada setiap mata pelajaran yang diujikan. Namun berbeda halnya dengan matematika yang menurutnya didominasi oleh soal-soal yang susah. Debby menyesalkan soal-soal ujian yang tidak sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan.

“50 persen susah 50 persen mudah, seimbang lah. Kemarin matematika banyak sekali yang susah. Kalau bisa sih di UNBK selanjutnya kalau kisi-kisinya dikasih seperti ini soalnya sesuai dengan kisi-kisi, jangan yang tidak sesuai dengan kisi-kisi, jadi kita sudah belajar di rumah sesuai dengan kisi-kisi yang keluar gak sesuai dengan kisi-kisi,“ ujarnya usai melaksanakan UNBK sesi ke dua di SMAN 4 Kota Bekasi, kemarin.

Sementara itu siswa lainnya Alya Lintang Kholilah menuturkan, sepanjang perjalanan pelaksanaan UNBK memantau perkembangan akun media sosial resmi Kemendikbud. Menurutnya, banyak siswa yang mengeluhkan soal High Order Thinking Skill (HOTS). “Di Instagram Mendikbud juga ramai komentarnya banyak sekali yang bilang matematika banyak soal hots nya gitu, tidak hanya baca-baca saja, lucu-lucu,“ tegasnya.

Meskipun sempat mengalami kesulitan dalam pengerjaan soal, mereka tetap optimis akan mendapat hasil yang maksimal dalam penyelenggaraan UNBK tahun ini. Lepas pengumuman kelulusan nanti, Debby dan Alya berencana untuk mendaftar di sekolah SMA unggulan di kota Bekasi yakni SMAN 4 Kota Bekasi.

Menanggapi keluhan siswanya, Humas SMPN 25 Bekasi Mahmudin mengatakan, siswanya sempat mengeluh mendapati soal yang asing bagi mereka. “Sempat siswa mengatakan bahwa mereka menemukan soal yang asing “ ujarnya saat ditemui di SMPN 25 Kota Bekasi, terlihat dirinya bersama panitia yang lain sedang menjaga soal UNBK sub rayon 5 yang disimpan di sekolahnya.

Banyaknya kritikan terkait soal ujian nasional yang berstandar HOTS (High Order Thinking Skills) hanya ditanggapi biasa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy.
Menurut dia, wajar jika ada di ujian ada soal yang susah dan mudah. Walaupun sebenarnya 90 persen soal UN kategori mudah.

“Soal HOTS cuma 10 persen loh tapi sudah heboh banget. Soal USBN (ujian sekolah berstandar nasional), nah yang UN harus berstandar internasional,” kata Menteri Muhadjir di Jakarta.
Dia mengungkapkan, tahun ini soal UN SMP dan SMA gunakan HOTS. Soal HOTS ini sesuai dengan standar yang ditentukan secara internasional.

“Yang perlu saya jelaskan sekolah kan sudah pakai USBN, UN harus pakai standar internasional. Untuk apa, ya kami kan ingin mencari padanan dengan yang selama ini dipakai oleh negara maju dan besar,” ucapnya.

Menurut Muhadjir, Indonesia menggunakan standar PISA yang penyelenggaranya OECD, lembaga di bawah bank dunia. Indonesia sudah bergabung PISA sejak 2001 dan terakhir 2015.

Tahun ini Indonesia masuk lagi dan harus ikut standar mereka yaitu HOTS. “Kalau masih tetap menerima PISA sebagai standar mutu pendidikan, yang dilakukan harus sesuai dengan level yang ditetapkan,” tandas Muhadjir. (cr38/esy/jpnn)

Related Articles

Back to top button