Berita Utama

Pengusaha Kue Kering Tingkatkan Produksi

Radarbekasi.id – Sejumlah pengusaha kue kering sudah meningkatkan jumlah produksi untuk memenuhi tingginya permintaan pesanan di momen lebaran.

Direktur Utama J & C Cookies, Jodi Janitra, mengatakan tren permintaan kue kering di momen lebaran memang sangat tinggi. Oleh karena itu, pihaknya sudah mulai meningkatkan jumlah produksi.

“Peningkatan jumlah produksi sudah mulai kami lakukan pada Januari atau enam bulan sebelum lebaran,” ujar Jodi kepada Radar Bekasi, kemarin.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat ini mengatakan, kue kering yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan lebaran tahun ini ditingkatkan 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah kue kering yang kami produksi untuk memenuhi permintaan di momen lebaran sebanyak 1 juta toples. Itu dari berbagai macam ukuran,” katanya.

Menurut Jodi, jutaan toples itu untuk memenuhi kebutuhan pesanan 30 distributor serta 1400 agen atau reseller J&C Cookies yang berada di wilayah pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, sampai dengan Indonesia Timur.
“Paling banyak untuk di pulau Jawa,” ucapnya.

Sementara itu, Pemilik Usaha Rezeki, Lina Hastuti, mengatakan berdasarkan pengalaman tahun lalu, kenaikan permintaan pemesanan kue kering akan mulai terjadi pada minggu ke dua puasa sampai h-3 lebaran.
“Lonjakan permintaannya bisa 3 sampai 4 kali lipat dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Untuk menghadapi lonjakan permintaan kue kering tersebut, saat ini pihaknya sudah mulai menambah jumlah produksi. Jika pada momen hari biasa jumlah produksi hanya sekitar 200 kg saat ini mulai dinaikan menjadi sekitar 400 kg perhari.

“Sekitar 400 kg yang kita produksinya dalam perhari itu, variannya kue keringnya seperti kue bawang, stik bawang, akar kelapa, stik bawang. Tetapi 50 persennya didominasi kue bawang,” tuturnya.

Lina mengatakan, produksi kue kering yang ditambah itu untuk memenuhi permintaan di beberapa agen di cake store yang berada di wilayah Jabotabek. Adapun kue kering itu dijual seharga Rp40 ribu per kg.

“Untuk memenuhi 211 toko di area Jabotabek,” tukasnya. (oke)

Related Articles

Back to top button