Politik

Buruh Diminta Melek Politik

Radarbekasi.id – Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Bekasi meminta anggotanya melek politik di Pilkada Serentak 2018. Alasannya, karena hampir 80 persen angkatan kerja Indonesia adalah masyarakat buruh. Dan itu menentukan masa depan bangsa Indonesia.

’’Yang lebih utama bagaimana masyarakat buruh atau masyarakat pekerja Indonesia dapat menciptakan situasi politik daerah dan nasional di tahun politik tahun 2018 dan 2019 ini berjalan aman dan kondusif. Sehingga hajatan politik daerah dan nasional tidak boleh mengganggu masuknya investasi ke Indonesia, agar kesejahteraan buruh dan keluarganya tetap terjamin,” harap Ketua DPC FSBDSI Kota dan Kabupaten Bekasi Seipudin, belum lama ini dalam diskusi panel memperingati May Day di Setu.

Diskusi panel itu dihadiri 300 orang anggota FSBDSI dan pimpinan Serikat Buruh (SB)/serikat pekerja (SP) lain dari Bekasi. Berlangsung di aula Sanggar Kegiatan Belajar Bekasi, di Jalan Letjend MT.Haryono, Alun-Alun, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Seifudin menambahkan, meski masih banyak persoalan perburuhan, tetapi seluruh anggota FSBDSI bertekad akan memperjuangkan hak-hak buruh dengan selalu mengedepankan cara berunding yang elegan.

’’Yang lebih penting bagaimana para tokoh SP atau SB saat ini bisa membangun komunikasi baik dan elegan, dalam memperjuangkan tuntutan buruh secara profesional, proposional. Baik dengan pihak perusahaan maupun pemerintah,” harap Seipudin.

Sementara itu, Kasie Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Bekasi Mudiana menjamin tidak ada tenaga kerja asing (TKA) tanpa skill yang bekerja di kawasan industry di Kabupaten Bekasi. ’’Saya jamin mereka bukan buruh kasar yang bekerja di kawasan (industry),’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, Pemkab Bekasi juga menyiapkan job fair atau bursa ketenagakerjaan secara terbuka yang dilaksanakan setiap triwulan sekali.
’’Saya persilahkan kawan-kawan buruh datang ke kantor Disnaker Kabupaten Bekasi untuk mendapat informasi perusahaam mana saja yang ada lowongan atau butuh tenaga kerja,” ungkap Mudiana lagi. (zar)

Related Articles

Back to top button