Berita Utama

RE-Tri Kelola Sampah dengan Teknologi

Radarbekasi.id – Pengelolaan sampah berteknologi tinggi yang ramah lingkungan menjadi fokus perhatian paslon wali kota dan wakil wali kota nomor urut satu, Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono di bidang lingkungan dalam debat kandidat tahap kedua, kemarin.

Duet politisi-birokrat ini membenahi masalah persampahan dengan memanfaatkan incinerator yang mampu menghancurkan sampah secara ramah lingkungan. Pengelolaan sampah di TPST Sumurbatu pun menjadi zero waste dari 1.700 ton sampah yang diproduksi Kota Bekasi.

’’Tidak ada satupun dari Sabang hingga Marauke yang memiliki incinerator seperti di Bekasi. Bahkan saya bersyukur, di zaman saya, keluarlah Perpres 35 yang mengikutkan Kota Bekasi menggunakan PLTSa (pembangkit listrik tenaga sampah) di Bantargebang,” terang pria yang akrab disapa Bang Pepen ini dalam debat kandidat di Hotel Santika, Bekasi, Kamis (3/5).

Terkait pencemaran limbah di sungai, sambung pria yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi ini, pihaknya bersikap tegas terhadap perusahaan yang kedapatan mencemarkan sungai Kali Bekasi akibat limbah dari kegiatan produksi perusahaan.

’’Selama saya jadi wali kota, hanya ada satu dan langsung saya tutup. Jadi, tidak ada ampun bagi perusahaan yang mengabaikan ekosistem lingkungan,” ujar pria bergelar doktor ini.

Dia mengatakan bahwa limbah-limbah tersebut berasal dari industri-industri yang berdomisili di Kabupaten Bogor. ’’Saya ingin meluruskan bahwa yang berbuat dan mengakibatkan limbah itu bukan perusahaan di Kota Bekasi. Tapi dari wilayah Kabupaten Bogor,’’ tegasnya.

Ketika Panelis bertanya mengenai visi terkait penanggulangan limbah industri dari luar Kota Bekasi, Bang Pepen mengklaim, sedari awal dirinya menjabat pihaknya telah bekerjasama dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor terkait upaya penanggulangan limbah.

’’Kami memberikan warning (pada perusahaan). Karena yang mencemari adalah industri-industri yang ada di Kabupaten Bogor. Karena itu kami buat kerjasama penanggulangan limbah lintas wilayah dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi,” katanya lagi.

Selain langkah kerjasama memantau perusahaan nakal, Bang Pepen berencana membangun instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) di beberapa titik. IPLT ini bakal mampu mengolah air limbah yang dirancang hanya menerima dan mengolah lumpur tinja.

“Persoalan limbah rumah tangga pun kami sudah dapat mengurusinya. Sebagai contoh di Bantargebang. Kami akan mempunyai empat titik lagi IPLT, di antaranya di Bekasi Utara, Bekasi Barat, Pondokgede,” jelasnya.

Meski begitu, sambung politisi kawakan ini, yang terpenting pemerintah provinsi juga harus memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan. Tanpa mereka, persoalan limbah industri akan tetap ada karena limbah yang masuk ke dalam sungai akan terus mengalir dan terhubung ke daerah-daerah lainnya.
Diketahui, debat kedua yang digelar KPU Kota Bekasi mengambil tema program unggulan bidang kependudukan, transportasi dan lingkungan hidup. (sar)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button