Metropolis

Lima Tahun Jalan Dibiarkan Rusak

Radarbekasi.id – sejak lima tahun terakhir, kondisi Jalan Raya Pisangan, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Labupaten Bekasi memprihatinkan. Kerusakan jalan cukup parah, bahkan berpotensi membahayakan jiwa pengendara yang lewat, mulai tanahnya mudah geser hingga longsor bisa terjadi setiap saat.

Bagi masyatakat Kabupaten Bekasi, Jalan Raya Pisangan merupakan akses penting sebagai penghubung Kabupaten Bekasi dengan Kota Bekasi, Cikarang, Marunda, Babelan, hingga Kota Jakarta. Sehingga tidak heran, jika jalan ini setiap harinya selalu ramai.

“Macetnya sudah sangat parah, terutama pada jam pergi dan pulang kerja. Bahkan, kalau Sabtu dan Minggu sering macet total,” kata warga sekitar, Fahri.

Sementara itu, pengendara mobil yang melintas, Rujat mengaku setiap hari harus melewati jalan ini. Pagi dan sore hari jalan ini selalu macet, karena hanya dapat dilalui satu mobil bergantian dan butuh waktu sekitar 45 menit untuk bisa melalui jalam amblas jika di jam-jam sibuk.”Parah bang, gimana mau bener, orang setiap benerin nya nggak niat, makanya ancur lagi,” singkat Rujat.

Sementara, Devi, karyawati swasta yang tinggal di Tambun Utara mengakui jika jalan ini sudah lama rusak. Menurut dia, jika harus memutar lewat Jalan Babelan, jarak tempuh perjalanannya menjadi lebih jauh 4 kilometer. “Jadi tambah capek dan sering ada kecelakaan di sini,” singkt Devi.

Lokasi badan jalan ini, kata Devi, ada di sisi aliran sungai Bekasi. Kondisinya tanpa dinding turap sehingga dinding tanah penahan jalan ini kerap tergerus yang akhirnya membuat level jalan terusd menurun.

“Kerusakan jalan ini kan sudah 5 tahun, tapi pemerintah daerah terkesan membiarkan. Sebagai warga kami berharap pihak pemerintah segera memperbaiki supaya akses kami dari atau menuju Kabupaten Bekasi bisa normal lagi,” tambah Devi.

Menurut wrga setempat, Rokiyah, mengaku bahwa jalan ini pernah sempat diperbaiki beberapa kali, namun diturap dan perbaikan biasa. Begitu musim hujan tiba, kondisi jalan kembali hancur. Tidak ada tiang pancang agar lebih aman, karena badan jalan berada di tikungan Sungai Bekasi yang ketika hujan akan terbawa arus sungai.

“Sebagai warga dan pengguna jalan kami setiap tahun membayar pajak kendaraan. Mohon uang pajak tersebut digunakan untuk perbaikan, terutama jalan-jalan utama yang banyak digunakan,” tegas Rokiyah, yaang pemilik warung disekitar jalan amblas.

Sekedar diketahui, pada akhir Maret 2017 lalu, permasalahan Jalan Raya Pisangan Tambun Utara yang kerap amblas pernah dibicarakan antara Pemkab Bekasi dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kemenpura. Kala itu Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan BBWS untuk mencari solusi penangan Jalan amblas tersebut. Karena jalan tersebut merupakan kewenangan BBWS, jika harus bicara memperbaiki, maka harus berkoordinasi dengan BBWS.

Sayangnya, hingga saat ini nasibnya tak jelas. Warga sekitar mengaku belum melihat tindakan serius pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk memperbaiki jalan ini sehingga menghambat mobilisasi warga. Perbaikan jalan hanya terjadi satu kali dengan upaya membentengi dinding badan jalan, tapi tidak menggunakan konstruksi yang seharusnya untuk tepian sungai sehingga tidak bertahan lama.

Jalan itu pun kembali longsor dan kerusakan kembali terulang dan dikhawatirkan bisa semakin parah. Warga mengaku khawatir mengingat jalan ini merupakan jalur strategis penghubung kecamatan Tambun Utara kabupaten bekasi menuju Kota Bekasi. (Cr37)

Close