Berita Utama

Pemkab Bentuk Tim Pengawasan TKA

Radarbekasi.id – Adanya tenaga kerja asing yang bekerja sebagai pekerja kasar menjadi perhatian Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Ia mengatakan, Pemkab Bekasi akan membentuk tim untuk mengawasi Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Bekasi.

Ia mengaku sudah memerintahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Uju untuk segera membentuk tim.

“Masalah TKA bukan hanya terjadi di Bekasi saja, melainkan di daerah lain juga sudah ada. Oleh sebab itu, kita di Kabupaten Bekasi akan menggalakan pengawasan yang melibatkan berbagai stakeholder,” katanya, Senin (7/5).

Neneng menjelaskan, Pemkab Bekasi akan menggandeng pihak kepolisian, kejaksaan, dan imigrasi dalam pengawasan TKA. “Jadi, dalam pengawasan ini tidak bisa hanya pemerintah daerah, perlu kerja sama dengan stakeholder,” jelasnya.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Mudiana sempat mengatakan, pihaknya tidak melakukan pengawasan TKA secara langsung dengan meninjau ke lapangan. Tapi, hanya melakukan pengawasan TKA dari sisi administratif.

Disinggung terkait dengan pernyataan tersebut, Neneng menyatakan, untuk mengetahui kondisi yang terjadi tentu harus turun dan melakukan pemantauan.

“Kalau tidak ke lapangan bagaimana mau mengetahui, para tka yang bekerja disuatu perusahaan bekerja sebagai apa?,” ujarnya.

Sekda Kabupaten Bekasi, Uju mengaku akan segera berkoordinasi dengan Disnaker dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi terkait dengan TKA.

Dirinya juga mengkritisi dinas terkait yang bertugas sebagai pengawas TKA jika tidak turun langsung ke lapangan. “Intinya kita akan berkoordinasi, sebab masalah tka ini perlu diperhatikan. Selain itu juga, harus membuat masyarakat khususnya para pekerja lebih nyaman,” tutupnya.

Sebelumnya,Vice President Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Obon Tabroni membuktikan masih adanya TKA yang bekerja sebagai pekerja kasar di Kabupaten Bekasi. Hal itu terbukti dalam kunjungannya ke salah satu perusahaan di wilayah Desa Waringinjaya, Kedungwaringin.

Saat mendatangi lokasi perusahaan berinisial WBLS, didapati sejumlah pekerja asing yang diindikasikan sebagai pekerja kasar kabur melalui pintu belakang perusahaan. “Pertama, mereka pakai helm sarung tangan. Kedua, kalau benar buat apa lari. Kita-nya salah indikasinya, kalau benar dia akan diam disitu,” jelasnya.

Untuk informasi, sepanjang tahun 2017 ada sebanyak 2.227 orang TKA yang terdata. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Retribusi Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang diperoleh sebesar Rp37 Miliar. (and/neo)

Related Articles

Back to top button