Berita Utama

Pembangunan Sekolah Ditolak Warga

Radarbekasi.id – Warga RW 046 Perumahan Vila Gading Harapan (VGH) Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menolak pemanfaatan lahan fasos-fasum oleh Yayasan Insan Taqwa, di blok BE, RW 046. Rencananya, tempat tersebut akan dibangun Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Taqwa–Scientis Qur’an.

Ketua RW 046 Kelurahan Bahagia Sudaryanto menjelaskan, seharusnya lahan fasos-fasum tersebut digunakan untuk kepentingam warga setempat, bukam yayasan.”Rencana kedepannya nanti lahan tersebut akan dimanfaatkan warga sebagai sarana sosial seperti pusat sarana olah raga. Tetapi saat ini miris sekali lahan tersebut telah dirampas untuk komersil, oleh Yayasan Insan Taqwa. Mungkin di tempat lain bisa, tapi ingat di VGH warga menolak walaupun hingga saat ini keberuntungan belum berpihak ke warga,” kata Sudaryanto di dampingi warga.

Menurutnya, saat ini lahan fasos-fasum warga VGH saat ini dimiliki oleh Yayasan Insan Taqwa dengan cuma-cuma, tentu nantinya yayasan mengeruk keuntungan banyak.”Tanpa membeli lahan, berlindung dibalik Yayasan Insan Taqwa, pengurus yayasan semena-mena, membangun di wilayah Rw 046, Anehnya tidak melibatkan pengurus RW 046,” geramnya.

Dia mengaku, dari awal perijinan pembangunan tidak menggunakan lahan fasos-fasum warga, akan tetapi pada saat membangun berada di lahan fasos-fasum. Sejak saat itu, warga heran dan langsung mengadakan penolakan atas berdirinya yayasan. Akan tetapi, hingga saat ini masih belum membuahkan hasil.

“1001 cara telah dilakukan dan tembusan penolakan sudah dilakukan sudah di sampaikan serta dikoordinasikan khususnya oleh jajaran pengurus RW 046 baik tembusan secara pemberitaan lisan atau tulisan sampai melampirkan ulang pernyataan penolakan pembangunan yayasan yang ditanda tangani oleh semua warga yang berada di sembilan RT di bawah naungan RW 046 yang disampaikan ke instansi kepolisian, kelurahan, kecamatan, kabupaten. Bahkan sampai dewan yang terhormat (DPRD) Kabupaten Bekasi. Akan tetapi sanggahan penolakan warga tidak pernah digubris baik oleh pihak yayasan, maupun Hj Neneng Hasanah Yasin selaku orang nomor satu di Kabupaten Bekasi,” tegasnya.

Warga meminta kembalikan fungsi dan kegunaan lahan fasos-fasum blok BE RW 046 sehingga warga bisa menggunakan lahan tersebut untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan ‘bisnis’ komersil pribadi Yayasan Insani Taqwa.

“Berdasarkan tiga tuntutan di atas maka kami sebagai pengurus RW dan warga masyarakat tidak ingin di bodohi, di iming-imingi dengan pemotongan dan pembebasan biaya masuk sekolah apapun Namanya, di lingkungan VGH sudah banyak berdiri sarana pendidikan berdiri diatas lahan pribadi (bukan Fasos fasum),” ujar salah seorang warga, Karman.

“Kami sebagai pengurus dan warga masyarakat RW 046 merasa di adu domba yang bisa jadi, jika tidak dengan cepat penolakan pembangunan gedung yayasan Insan Taqwa ini disampaikan, Kami semua akan menjadi korban kesalah fahaman,” tambah Karman. (Cr37)

Related Articles

Back to top button