Metropolis

Pengemplang Pajak Kendaraan Ditindak

Radarbekasi.id – Samsat Kota Bekasi melakukan operasi gabungan razia pajak yang melibatkan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pendapatan Daerah di Jalan Raya Underpass Bekasi depan Lapangan Multiguna, Selasa (8/5). Operasi ini merupakan kali kedua setelah sehari sebelumnya digelar ditempat yang sama.

Dari pantauan Radar Bekasi, puluhan kendaraan roda dua dan empat terjaring dalam operasi patuh pajak tersebut. Terlihat dari beberapa kendaraan yang diberhentikan anggota polisi ada yang langsung diarahkan ke stand pelayanan pembayaran pajak yang sudah disediakan.

Ada juga yang diberi surat peringatan atau tilang untuk segera membayar tunggakan pajak. Operasi razia pajak seperti ini ditanggapi beragam, ada yang mengaku terbantu karena pembayaran pajak lebih mudah, adapula masyarakat yang terpaksa mendapat peringatan karena tidak mampu membayar dengan alasan ekonomi.

Indra Rosadi, warga asal Aren Jaya salah satunya. Dia mengungkapkan bahwa penertiban ini membantu dan mempercepat dalam membayar pajak dibandingkan harus ke kantor Samsat langsung.

“Untuk operasi seperti ini, menurut saya bagus juga. Dalam keadaan seperti ini seperti saya lupa bayar pajak ini lebih cepat, disana (kantor Samsat) prosesnya lama. Tidak ada yang ditilang cuma patuh bayar pajak,” ungkapnya pada Radar Bekasi ditempat razia, Selasa (8/5).

Hal senadaa diungakapkan Dani. Menurutnya, operasi tersebut dapat meningkatkan anggaran pemerintah dari sektoral pajak. “Gak ada masalah. Bagus ningkatin pajak. Karena sekarang pemerintahannya benar, jadi kelihatan untuk apa,” ungkapnya pada Radar Bekasi.

Adapun Edmay Doni, warga desa Mangunjayayang diberhentikan petugas karena belum membayar pajak, mengaku belum sempat bayar pajak karena faktor ekonomi.”Telat enam bulan. Gak bayar karena faktor ekonomi. Paling juga kena denda Rp50 ribu,” ungkapnya.

Dari yang dihimpun, sebanyak 50.000 kendaraan bermotor mengemplang pajak kendaraan di Kota Bekasi.

Data pengemplang pajak tersebut diketahui berdasarkan penelusuran yang dilakukan Samsat Kota Bekasi bekerjasama dengan pihak kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi.

“Kami akan rapatkan langkah yang bakal dilakukan untuk para pengemplang pajak ini,” ujar Kepala Seksi Penerimaan dan Penagihan Pusat Pelayanan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bekasi, Gumiwan.

Gumiwan menegaskan, pihaknya akan terus mengejar pengemplang pajak kendaraan. Bahkan, ada petugasnya yang melakukan jemput bola kerumah warga.

Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) atau belum membayar pajak hingga April 2018 sebanyak 546.922 unit objek pajak atau sekitar 37,46 persen.
“Target sebesar mungkin, diharapkan bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.

Samsat Kota Bekasi menetapkan target pajak kendaraan bermotor Rp928,8 miliar. Untuk mencapai target itu, maka dilakukan pelayaan Samsat Keliling secara rutin.

Selain itu, petugas melakukan operasi gabungan untuk merazia kendaraan yang belum membayar pajak.

“Untuk dapat mencapai target itu, kami terus berikan himbauan agar masyarakat segera membayarkan pajaknya,” tutur Gumiwan.
Dia menjelaskan, hingga April ini, pajak yang sudah terkumpul Rp326,29 miliar atau 35,13 persen.

Potensi pajak kendaraan Kota Bekasi yaitu 1.459.933 unit objek pajak pada tahun 2017. Kendaraan yang sudah membayar pajak sebanyak 913.011 unit objek pajak. (cr39/kub)

Related Articles

Back to top button