Cikarang

Percepat Pembebasan Lahan

Underpass Cibitung

Radarbekasi.id – Pembangunan underpass Cibitung ditargetkan setelah proses pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi selesai dilakukan.

Kepala Humas Ditjen Perkeretaapian pada Kementrian Perhubungan, Eben Torsa mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pembangunan jika Pemkab Bekasi sudah membebaskan lahan. Saat ini, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 120 Milyar.

“Kita yang bangun tapi pengadaan lahan dari pemerintah daerah setempat, mereka sedang membebaskan lahannya,” kata Kepala Humas Ditjen Perkeretaapian Eben Torsa, Selasa (8/5).

Pembangunan akan dilakukan dua tahap. “Pertama kita bangun boks di bawah rel kereta, kemudian berikutnya infrastruktur yang menyambungkan boks tersebut ke jalan utama,” jelasnya.

Dia menambahkan, pembangunan underpass di Kabupaten Bekasi juga dilakukan untuk mendukung pengoperasian kereta listrik Commuter Line hingga ke Cikarang dengan jalur ganda (double-double track).

“Sejauh ini progres pembangunan infrastrukturnya yaitu elektrifikasi serta pembangunan jembatan,” ujarnya.

Eben berharap, pemerintah daerah segera menyelesaikan proses pembebasan lahan. Supya, pembangunan underpass Cibitung dapat dilakukan secepatnya. “Ya kita tunggu saja, kalau pemerintah daerah menargetkan Oktober selesai pembebasan lahannya, kita langsung bangun,” tuturnya.

Senada, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Jejen Sayuti meminta supaya Pemkab Bekasi segera menyelesaikan pembebasan lahan untuk pembangunan underpass. “Pembangunannya jangan sampai terhenti seperti Underpass Tambun saat itu,” katanya.

Jejen menambahkan, pembangunan itu merupakan kebutuhan bagi masyarakat untuk mengurai kepadatan kendaraan. Karena, jalan tersebut merupakan akses jalan untuk warga dari Kecamatan Tambelang, Tambun Utara, maupun Cibitung yang hendak menuju jalur Pantai Utara di Jalan Teuku Umar.

“Setiap jam rata-rata kendaraan roda empat yang melintas mencapai 300 sampai 400 kendaraan. Sedangkan kendaraan roda dua mencapai 1.000 unit setiap jamnya. Bahkan di perlintasan sebidang tersebut sering terjadi kecelakaan kereta,” tandasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button