Pendidikan

Program Literasi di SDN Margahayu XIII

Siswa Wajib Membaca Buku, Asah Kemampuan Siswa Menulis

Radarbekasi.id – Pemerintah telah mendorong gerakan literasi di setiap sekolah. Hal ini sebagai upaya meningkatkan minat membaca sejak dini bagi siswa. Seperti yang dilakukan di SDN Margahayu XIII

Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) Margahayu XIII Kota Bekasi, terus mendorong gerakan literasi sekolah. Gerakan wajib membaca bagi siswa dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar di mulai. Bahkan setiap jam istrirahat, siswa lebih memilih berada di perpustakaan sekolah.

Saat ini, SDN Margahayu XIII membangun gerakan literasi kepada siswanya yang berada ditingkat kelas IV, V dan VI. Bertempat di Perpustakaan sekolah, siswa-siswi SDSN Margahayu XIII terus mengasah kemampuan literasinya.

Sedikitnya, ada sekitar 970 buku diperpustakaan sekolah yang biasa digunakan oleh siswa untuk memperluas wawasannya di segala bidang. Setidaknya gerakan literasi tersebut berlangsung setiap minggu ke tiga setiap bulannya.

Pembina gerakan literasi sekolah SDN Margahayu XIII Rio Adam Ritonga saat ditemui disekolah mengaku, menggerakkan literasi untuk siswa kelas IV sampai dengan VI. Namun untuk tahun ini, siswa kelas VI tidak terlalu dipaksakan, karena kesibukan dalam mempersiapkan diri menghadapi USBN dan US.

“Kalau untuk siswa kelas IV dan V itu wajib mengikuti kegiatan ini. sementara kelas VI tidak dipaksakan,”tegasnya.

Atas kerja keras sekolah tersebut dalam menggerakkan literasi bagi siswanya, beragam penghargaan sudah diterima diantaranya bellum lama ini adalah dalam pagelaran literasi expo. Dalam kegiatan tersebut siswa asal SDSN Margahayu XIII menyabet juara 3 membaca puisi, juara 2 menulis cerita pendek dan juara 3 cerita bergambar meskipun dengan persiapan yang singkat.

“Biasa kita lakukan diskusi setiap minggu ke 3 tiap bulan, untuk siswa pagi kita biasa lakukan ketika istirahat setengah sepuluh dan pulang sekolah pukul 12.00 WIB. Untuk siswa siang kita lakukan sore pukul 15 WIB sampai dengan pukul 17, 00 WIB,“ ujarnya kepada radar Bekasi.

Pantauan radar Bekasi, 970 buku yang terdapat di perpustakaan didominasi oleh buku cerita dan sejarah. Untuk tahun ini Rio mengatakan lebih memfokuskan siswanya pada wilayah sejarah.”Kita fokuskan ke pengetahuan sejarah,”terangnya.

Sementara itu, Kepala sekolah SDSN Margahayu XIII R Fauzie mengaku mendukung muridnya dalam mengeksplor kemampuan dalam wilayah membaca dan menulis, hal itu ia contohkan dengan karya puisinya yang terpampang sepanjang penjuru sekolah.

“Kami tentunya sangat mendukung program ini. Dengan banyak membaca, maka siswa akan mahir menulis,”tandasnya. (cr38)

Related Articles

Back to top button