Pendidikan

Setiap Siswa Soal Berbeda

Radarbekasi.id – Sebanyak 16 siswa SMP di Kota Bekasi harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan, kemarin. UNBK susulan yang dilaksanakan di sekolahnya masing-masing tersebut, dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 8 hingga 9 Mei.

Sekertaris dinas pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Inayatullah mengatakan, ke 16 siswa yang mengikuti UN susulan tersebut, karena tidak mengikuti UNBK yang dilaksanakan pada tanggal 23 hingga 26 April lalu dengan berbagai alasan.

“Ujian dilaksanakan di sekolah masing-masing. Yang pasti, soal ujian pasti berbeda antara peserta satu dengan peserta yang lainnya,” ujar pria yang akrab disapa Inay tersebut, sembari mengaku tidak mengetahui pasti apakah soal UNBK susulan kali ini berbeda dengan soal UNBK utama beberapa waktu yang lalu.

Pasca pelaksanaan UNBK susulan kemarin, tahapan selanjutnya adalah pengumuman hasil ujian yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei mendatang. Disdik Kota Bekasi menghimbau untuk peserta ujian yang akan menerima pengumuman untuk tidak datang kesekolah, pasalnya pengumuman akan dilakukan secara online dan dikirim ke rumah masing-masing.

Pengumuman 23 Mei mendatang sangat diharapkan oleh 31.706 siswa yang menjadi peserta ujian tahun ini yang tersebar kedalam 43 SMP Negeri, 6 SMP Terbuka dan 214 SMP Swasta di Kota Bekasi.“Untuk menghindari kegiatan yang negative, seperti konvoi dan corat-coret “ imbuh Inayatullah.

Pengumuman demikian telah dilakukan sebelumnya oleh sekolah tingkat Atas dan Kejuruan (SMK/SMA) yang mengumumkan kelulusan siswanya melalui Website sekolah meskipun tehnis pengumuman diserahkan kepada sekolah masing-masing.

Sementara itu, kelulusan pelajar SMK di Kota Bekasimencapai 100 persen dari 21.776 siswa SMK yang mengikuti UNBK.Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Bekasi Boan, saat rapat kelulusan yang dilakukan serentak oleh seluruh SMK di Kota Bekasi yang terdiri dari 12 SMK negeri dan 120 SMK Swasta.

“Siswa yang tidak lulus sangat kecil karena kriteria kelulusan ditetapkan masing-masing sekolah dengan standar umum yang harus dipenuhi yakni nilai Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan harus baik,” katanya.

Sementara nilai Ujian Nasional (UN) tidak terlalu berpengaruh kepada tingkat kelulusan siswa. Saat ini para siswa bisa bernafas lega, pasalnya kelulusan tidak ditentukan oleh hasil UNBK, namun dari masing-masing sekolah. Kelulusan siswa ditentukan oleh rapat pleno dewan guru atas dasar proses belajar selama ini.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh sekolah untuk mengumumkan kelulusan siswanya melalui website sekolah guna menghindari kemungkinan-kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya. (cr38/dyt/gob)

Related Articles

Back to top button